Ilmuwan AS Temukan Alat Pendeteksi Kanker dan Tumor dengan Radiasi Nuklir Cerenkov

Rabu, 20 April 2022 - 16:49 WIB
loading...
Ilmuwan AS Temukan Alat...
Cahaya Cerenkov, yang dihasilkan oleh partikel berkecepatan tinggi yang bergerak lebih cepat daripada cahaya melalui suatu material, memancarkan cahaya biru. Cahaya dapat digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis kanker dan tumor. Foto/ScienceNews
A A A
NEW YORK - Peneliti kanker di Memorial Sloan Kettering Cancer Center di New York City menemukan alat pendeteksi kanker dan tumor dengan radiasi Cerenkov. Prototipe mesin pencitraan dalam eksperimen astrofisika dan reaktor nuklir akan menunjukkan cahaya kebiruan ketika mendeteksi kanker atau tumor.

Para peneliti dalam di Nature Biomedical Engineering tanggal 11 April 2022 mengatakan, radiasi Cerenkov berhasil menangkap keberadaan lokasi tumor dan kanker pada pasien dengan menunjukkan cahaya kebiruan.

Radiasi Cerenkov dihasilkan oleh partikel berkecepatan tinggi yang bergerak lebih cepat dari cahaya melalui bahan, seperti jaringan tubuh. Dalam pencitraan pendaran Cerenkov atau CLI, partikel yang dilepaskan oleh pelacak radio menyebabkan jaringan target bergetar dan rileks dengan cara memancarkan cahaya, yang kemudian ditangkap oleh kamera.

Baca juga; Kegunaan Lain dari Teknologi Nuklir, Mulai dari Pembangkit Listrik Sampai Medis

“Jika dibandingkan dengan pemindaian tumor standar, gambar cahaya Cerenkov diklasifikasikan sebagai dapat diterima atau lebih tinggi keakuratannya untuk 90 persen pasien,” kata Magdalena Skubal, peneliti kanker di Memorial Sloan Kettering Cancer Center di New York City dikutip SINDOnews dari laman Sciencenews, Rabu (20/4/2022).

Antara Mei 2018 dan Maret 2020, dalam uji klinis terbesar dari jenisnya hingga saat ini, 96 peserta menjalani CLI dan pencitraan standar, seperti positron emission tomography/computed tomography, atau PET/CT. Peserta dengan berbagai diagnosis, termasuk limfoma, kanker tiroid, dan kanker prostat metastatik, menerima satu dari lima pelacak radio dan kemudian dicitrakan oleh prototipe - kamera dalam wadah kedap cahaya.
Ilmuwan AS Temukan Alat Pendeteksi Kanker dan Tumor dengan Radiasi Nuklir Cerenkov


Skubal dan rekan menemukan bahwa CLI mendeteksi semua pelacak radio, menunjukkan bahwa teknologi ini lebih fleksibel daripada pemindaian PET/CT, yang bekerja hanya dengan beberapa pelacak radio. Gambar CLI tidak setepat gambar dari PET/CT scan.

Baca juga; Penelitian Buktikan Semut Bisa Deteksi Sel Kanker pada Tubuh Manusia

“Tetapi CLI dapat digunakan sebagai tes diagnostik awal atau untuk menilai ukuran umum tumor yang menjalani perawatan. Ini akan menjadi cara cepat dan mudah untuk melihat apakah ada sesuatu yang tidak beres … [yang memerlukan] penyelidikan lebih lanjut,” kata Edwin Pratt dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center.

Antonello Spinelli, seorang ilmuwan pencitraan praklinis di Experimental Imaging Center di Milan, Italia, mengatakan bahwa temuan ini memperkuat teknologi sebelumnya sebagai alternatif murah dan menjanjikan. Penemuan ini dapat memperluas akses ke pencitraan nuklir di rumah sakit.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Vaksin Kanker Buatan...
Vaksin Kanker Buatan Rusia Menunjukkan Hasil Awal yang Menjanjikan
Pembuangan Limbah Nuklir...
Pembuangan Limbah Nuklir Fukushima ke Laut Dihentikan setelah Gempa Besar di Jepang
Google DeepMind Siap...
Google DeepMind Siap Gunakan AI untuk Mengobati Kanker
Kanker pada Dinosaurus...
Kanker pada Dinosaurus Ditemukan, Ilmuwan Klaim Bisa Bantu Selamatkan Nyawa Manusia
Riset Temukan Fakta...
Riset Temukan Fakta Teripang Mampu Cegah Penyebaran Kanker
Kenapa Bumbu Mie Instan...
Kenapa Bumbu Mie Instan Tidak Boleh Dimasak? Ini Jawabannya
Wamenkes Dante: Kanker...
Wamenkes Dante: Kanker Tiroid pada Laki-laki Berisiko Lebih Ganas dibanding Wanita
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Rekomendasi
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Berita Terkini
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Konsumen Kini Utamakan...
Konsumen Kini Utamakan Garansi Bukan Cuma Spesifikasi saat Beli Ponsel
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved