Rocket Lab Meluncurkan 2 Satelit Pengamat Bumi BlackSky ke Orbit

Minggu, 03 April 2022 - 05:57 WIB
loading...
Rocket Lab Meluncurkan...
Rocket Lab Electron lepas landas dari Kompleks Peluncuran 1 di Pensula Mahia Selandia Baru pada Sabtu (2 April) pukul 8:41 waktu setempat. Foto/Space/Rocket Lab
A A A
AUCKLAND - Rocket Lab Electron lepas landas dari Kompleks Peluncuran 1 di Pensula Mahia Selandia Baru pada Sabtu (2 April) pukul 8:41 waktu setempat. Roket Electron dua tahap membawa dua pesawat ruang angkasa untuk perusahaan Virginia BlackSky.

Satelit tersebut berhasil ditempat ke orbit sekitar 40 menit setelah lepas landas. "Payload sudah disebarkan, kesuksesan misi 100%," tulis CEO Rocket Lab Peter Beck di Twitter setelah peluncuran yang sukses dikutip SINDOnews dari laman Space.com, Minggu (3/4/2022).

Rocket Lab, yang menjuluki peluncuran ini " Without Mission A Beat," tidak berusaha memulihkan tahap pertama Electron selama peluncuran ini. BlackSky dan Rocket Lab adalah mitra lama, karena Electron telah mengirimkan sebagian besar konstelasi BlackSky ke orbit sejak 2019.

Misi hari Sabtu diatur untuk BlackSky oleh penyedia layanan peluncuran Spaceflight Inc. Misi tersebut memperluas armada satelit BlackSky Global menjadi 14.

Baca juga; Astronot NASA Kembali ke Bumi dengan Pesawat Soyuz dan Kosmonot Rusia

"Konstelasi milik BlackSky memiliki salah satu tingkat kunjungan kembali per jam tertinggi di dunia, memberikan pelanggan pemantauan terus-menerus dan deteksi perubahan atas area aktivitas ekonomi di seluruh dunia," kata Rocket.

Menurut Rocket Lab satelit BlackSky digunakan oleh lembaga pemerintah bersama dengan satu set perusahaan besar yang dikenal sebagai Global 2000. Platform untuk BlackSky, yang disebut Spectra AI, menggunakan teknik kecerdasan buatan untuk mengotomatiskan pendeteksian informasi yang berubah dengan cepat bagi pelanggannya.

"BlackSky mendukung pengambilan keputusan penting sehari-hari di berbagai aplikasi yang mencakup keamanan dalam negeri, intelijen rantai pasokan, manajemen dan respons krisis, infrastruktur penting, dan intelijen ekonomi," kata Rocket Lab.

Baca juga; Di Tengah Perang Rusia Ukraina, NASA Merayu Roscosmos untuk Tetap Berkolaborasi di ISS

BlackSky juga merupakan salah satu perusahaan yang telah membantu dunia memantau invasi Rusia yang sedang berlangsung ke Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari. Rocket Lab telah mengumumkan beberapa misi yang akan datang, termasuk satu yang dijadwalkan untuk kuartal kedua tahun 2022 yang akan mengirim tiga satelit demonstrasi ke atas untuk perusahaan E-Space.

"E-Space bertujuan untuk mengurangi persyaratan peluncuran untuk konstelasi penuh menjadi berbulan-bulan, bukan bertahun-tahun. Mengurangi waktu yang diperlukan untuk menskalakan, mengisi kembali, atau memberikan sistem penuh," kata Rocket Lab tentang kontrak yang baru-baru ini diumumkan.
Rocket Lab Meluncurkan 2 Satelit Pengamat Bumi BlackSky ke Orbit


Rocket Lab juga merencanakan peluncuran atas nama perusahaan pencitraan Bumi Synspective, untuk penyedia satelit Internet of Things Kinéis, dan untuk pelanggan pemerintah seperti NASA dan Kantor Pengintaian Nasional AS. Misi masa depan lainnya difokuskan pada mitigasi puing-puing orbit dan eksplorasi Venus, menurut manifes Rocket Lab.

Peluncuran Sabtu berlangsung hanya beberapa minggu setelah Rocket Lab mengumumkan akan membangun roket Neutron generasi berikutnya di Pulau Wallops, Virginia, dekat landasan peluncuran perusahaan di AS. Perusahaan juga meluncurkan landasan peluncuran kedua yang baru di situs Selandia Baru pada 28 Februari, dengan peluncuran penguat Elektron.

Neutron, yang dapat digunakan kembali, akan mengirim muatan yang lebih besar ke orbit daripada Elektron. Rocket Lab mengatakan roket Neutron yang lebih besar akan membawa set satelit yang lebih besar ke orbit, bersama dengan misi antarplanet yang haus bahan bakar dan berpotensi, bahkan misi manusia. Peluncuran pertama Neutron direncanakan pada tahun 2024.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Perusahaan Teknologi...
Perusahaan Teknologi Jadi Sasaran Rudal Iran, AS Minta Citra Satelit Dimatikan
China Kembangkan Sistem...
China Kembangkan Sistem Penggerak Gelombang Mikro yang Mampu Matikan Satelit
Satelit Terbesar di...
Satelit Terbesar di Dunia Diluncurkan, Sinyal 5G Dipantulkan dari Luar Angkasa
Perang Bintang Jilid...
Perang Bintang Jilid II: China dan AS Berlomba Rakit Superkomputer AI di Orbit Bumi Demi Hemat Energi
Jendela Retak, Roket...
Jendela Retak, Roket China Dinilai Tak Aman Jemput Astronot di Antariksa
Roket Blue Origin Meledak...
Roket Blue Origin Meledak saat Uji Coba, Kemunduran Terbaru bagi Miliarder Jeff Bezos
Satelit N5 Sasar Daerah...
Satelit N5 Sasar Daerah Terpencil dan Terluar
Indonesia Dorong Keamanan...
Indonesia Dorong Keamanan Pangan, Selandia Baru Komitmen Hadirkan Produk Berkualitas
Rekomendasi
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Berita Terkini
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Senin 2 Maret 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved