Kisah Mengerikan Korban Radiasi Eksperimen Nuklir Tokaimura Jepang
Jum'at, 01 April 2022 - 18:14 WIB
loading...
A
A
A
Mereka mencampur 16 kilogram bahan fisil dalam ember stainless steel dengan cara manual. “Uranium mencapai massa kritis pada 10:35 dan memicu reaksi berantai yang tidak terkendali yang memancarkan radiasi selama hampir 20 jam,” lapor BMJ seperti dilansir IFL Science, Jumat (1/4/2022).
Tiga teknisi yang melakukan pekerjaan itu melaporkan melihat kilatan biru, ini adalah radiasi Cerenkov yang dipancarkan selama reaksi kritis sebelum mereka pingsan karena mual. "Mereka diselamatkan oleh rekan-rekannya dan dibawa ke rumah sakit setempat oleh layanan darurat,” katanya.
BACA JUGA : Cara Menghapus Riwayat Pencarian di Play Store, Gampang Banget!
Setelah paparan mematikan, Ouchi dibawa ke Institut Nasional Ilmu Radiologi di Chiba. Dia mengalami luka bakar radiasi yang parah di sebagian besar tubuhnya, serta cedera signifikan pada organ internalnya.
Ouchi, bersama dua pekerja lainnya, mengalami keringat berlebih dan muntah yang membuat mereka berisiko mengalami dehidrasi. Analisis darah juga mengungkapkan radiasi telah menyebabkan jumlah limfosit Ouchi turun drastis hingga hampir nol.
Dalam upaya untuk menyelamatkan nyawa Ouchi, para dokter di Rumah Sakit Universitas Tokyo mencoba melakukan transplantasi sel induk perifer dari saudaranya.
Ouchi mengalami serangan jantung pada hari ke 58 karena hipoksia, tetapi berhasil diselamatkan. Namun kondisinya terus memburuk saat ginjal dan hati berhenti bekerja.
Tiga teknisi yang melakukan pekerjaan itu melaporkan melihat kilatan biru, ini adalah radiasi Cerenkov yang dipancarkan selama reaksi kritis sebelum mereka pingsan karena mual. "Mereka diselamatkan oleh rekan-rekannya dan dibawa ke rumah sakit setempat oleh layanan darurat,” katanya.
BACA JUGA : Cara Menghapus Riwayat Pencarian di Play Store, Gampang Banget!
Setelah paparan mematikan, Ouchi dibawa ke Institut Nasional Ilmu Radiologi di Chiba. Dia mengalami luka bakar radiasi yang parah di sebagian besar tubuhnya, serta cedera signifikan pada organ internalnya.
Ouchi, bersama dua pekerja lainnya, mengalami keringat berlebih dan muntah yang membuat mereka berisiko mengalami dehidrasi. Analisis darah juga mengungkapkan radiasi telah menyebabkan jumlah limfosit Ouchi turun drastis hingga hampir nol.
Dalam upaya untuk menyelamatkan nyawa Ouchi, para dokter di Rumah Sakit Universitas Tokyo mencoba melakukan transplantasi sel induk perifer dari saudaranya.
Ouchi mengalami serangan jantung pada hari ke 58 karena hipoksia, tetapi berhasil diselamatkan. Namun kondisinya terus memburuk saat ginjal dan hati berhenti bekerja.
Lihat Juga :