Kisah Mengerikan Korban Radiasi Eksperimen Nuklir Tokaimura Jepang
Jum'at, 01 April 2022 - 18:14 WIB
loading...
Insiden mengerikan terjadi di reaktor nuklir Tokaimura, Jepang, pada tanggal 30 September 1999 ketika reaksi berantai yang memicu bahan radioaktif jadi tidak terkendali. Foto/dok
A
A
A
TOKYO - Insiden mengerikan terjadi di reaktor eksperimen nuklir Tokaimura, Jepang, pada tanggal 30 September 1999 ketika reaksi berantai yang memicu bahan radioaktif jadi tidak terkendali. Ini menjadi kecelakaan nuklir terburuk di Jepang.
Selama 20 jam usai insiden itu, 49 orang di dalam reaktor terpapar pada tingkat radiasi yang berbahaya. Di antara korban adalah Hisashi Ouchi, yang saat itu berusia 35 tahun. Pria ini terkena radiasi di level 17 sieverts (Sv) atau 10 Sv lebih banyak dari dosis mematikan.
Upaya medis dilakukan untuk menyelamatkan nyawa teknisi tersebut, tetapi efek radiasi yang menghancurkan pada tubuhnya akhirnya membunuhnya 83 hari kemudian.
Kecelakaan itu terjadi di pabrik persiapan bahan bakar kecil di Prefektur Ibaraki yang memasok penelitian khusus dan reaktor eksperimental, yang dioperasikan oleh JCO. Sebelumnya reaktor itu dioperasikan oleh Japan Nuclear Fuel Conversion Co.), lapor Asosiasi Nuklir Dunia.
BACA : Ini Zat Radioaktif Berbahaya yang Ada di Reaktor Nuklir
Mereka yang terkena radiasi awalnya sedang mempersiapkan bahan bakar untuk reaktor dengan mencampur 2,4 kilogram uranium yang diperkaya dengan asam nitrat.
Prosedur berbahaya seharusnya dilakukan di tangki pelarutan, dengan prosedur persiapan bahan bakar nuklir yang disetujui. Tetapi para pekerja telah diinstruksikan untuk mengikuti prosedur berbeda yang belum disetujui.
Selama 20 jam usai insiden itu, 49 orang di dalam reaktor terpapar pada tingkat radiasi yang berbahaya. Di antara korban adalah Hisashi Ouchi, yang saat itu berusia 35 tahun. Pria ini terkena radiasi di level 17 sieverts (Sv) atau 10 Sv lebih banyak dari dosis mematikan.
Upaya medis dilakukan untuk menyelamatkan nyawa teknisi tersebut, tetapi efek radiasi yang menghancurkan pada tubuhnya akhirnya membunuhnya 83 hari kemudian.
Kecelakaan itu terjadi di pabrik persiapan bahan bakar kecil di Prefektur Ibaraki yang memasok penelitian khusus dan reaktor eksperimental, yang dioperasikan oleh JCO. Sebelumnya reaktor itu dioperasikan oleh Japan Nuclear Fuel Conversion Co.), lapor Asosiasi Nuklir Dunia.
BACA : Ini Zat Radioaktif Berbahaya yang Ada di Reaktor Nuklir
Mereka yang terkena radiasi awalnya sedang mempersiapkan bahan bakar untuk reaktor dengan mencampur 2,4 kilogram uranium yang diperkaya dengan asam nitrat.
Prosedur berbahaya seharusnya dilakukan di tangki pelarutan, dengan prosedur persiapan bahan bakar nuklir yang disetujui. Tetapi para pekerja telah diinstruksikan untuk mengikuti prosedur berbeda yang belum disetujui.
Lihat Juga :