Kala Laser Disematkan dalam Senjata Militer

Rabu, 30 Maret 2022 - 17:07 WIB
loading...
Kala Laser Disematkan...
Militer dari berbagai negara mulai memanfaatkan teknologi laser untuk melengkapi kecanggihan persenjataannya. Foto/Defence News
A A A
JAKARTA - Militer dari berbagai negara mulai memanfaatkan teknologi laser untuk melengkapi kecanggihan persenjataannya. Amerika Serikat (AS) dan Israel mengembangkan sejumlah senjata canggih dengan menambahkan laser.

AS mengembangkan sistem senjata laser atau The Laser Weapon System (LaWS) yang digunakan Angkatan Darat pada 2022. Laser digunakan untuk sistem pertahanan terhadap pesawat tak berawak atau unmanned aircraft systems (UAS).

Raytheon Intelligence & Space (RI&S), perusahaan kontraktor pertahanan, mengintegrasikan laser energi tinggi kelas 50 KW pada kendaraan tempur Stryker. “Laser 50 KW dapat membuat lubang di drone dalam sekejap dan membelokkan mortar dalam hitungan detik,” keterangan pers perusahaan dikutip MNC Portal dari laman interestingengineering, Jumat (3/12/2021).

Baca juga; Sistem Senjata Laser Mulai Digunakan 2022, Bertenaga 50 KW Mampu Tembus Drone Tempur

Pada kendaraan tempur Stryker, sistem laser energi tinggi kelas 50 KW diintegrasikan dengan pengarah sinar, akuisisi target, sistem pelacakan menggunakan input elektro-optik dan inframerah, serta radar multi-misi Ku720. Ini didukung baterai berkapasitas tinggi yang diisi oleh mesin diesel Stryker, sehingga tetap berfungsi selama kendaraan memiliki bahan bakar.

Jadi sistem senjata laser berukuran sedang ini akan mampu menyerang semua jenis target udara secara diam-diam tanpa perlu memuat ulang energi. Sistem senjata laser menarik banyak minat karena kemampuannya melawan spektrum ancaman yang luas mulai dari drone hingga artileri, mortir, dan roket, dengan amunisi berbiaya rendah.

Baca juga; Space Force AS Luncurkan Satelit Pendeteksi Nuklir dan Komunikasi Laser

"Kami tidak hanya membuat instrumen laser untuk eksperimen dan penelitian, tetapi kami membangun senjata laser yang kuat dan terintegrasi dengan baik pada kendaraan tempur Stryker untuk dioperasikan oleh tentara. Kami membuat prototipe tempur, Angkatan Darat AS akan menerima empat sistem seperti itu di tahun depan,” kata Justin Martin, chief engineer untuk High-Energy Lasers di RI&S.

Israel juga telah mengembangkan sistem senjata laser untuk menghadapi serangan balon-balon molotov yang diluncurkan melintasi perbatasan oleh militan di Gaza. Meski balon berwarna-warni biasanya membuat suasana jadi meriah, anak-anak Israel yang tinggal di dekat perbatasan dengan Gaza diajari agar tidak menyentuh balon-balon yang jatuh di tanah karena kemungkinan besar ditempeli bahan peledak.

Baca juga; China Kembangkan Perangkat Laser Mungil Berkekuatan Besar untuk Satelit

Bom-bom balon yang diluncurkan dari Gaza telah memicu puluhan kebakaran di ladang musim panas yang kering di Israel selatan. Untuk menghadapinya, para insinyur Israel telah mengembangkan sistem laser baru yang disebut Lahav Or, atau Pedang Cahaya untuk menembak balon-balon itu sebelum mendarat di wilayah Israel.

“Sistem ini sangat aman. Anda bisa menembak dan itu hanya mengenai target dan tidak berbahaya bagi siapa pun, tidak untuk pesawat yang sedang terbang di udara atau peralatan lain yang kita miliki di udara. Ini adalah satu-satunya sistem laser yang tepat guna,” kata Kepala Polisi Perbatasan Israel, Jenderal Kobi Shabtai dilansir VOA.

Baca juga; AS Kembangkan Komunikasi Laser Pesawat Tempur dan Satelit, Makin Sulit Dideteksi Lawan

Lebih lanjut, Israel selain balon-balon juga memiliki iron dome yang diklaim memiliki teknologi canggih. Gembar-gembor senjata yang katanya mirip dengan teknologi seperti yang ada di film Star Wars ini sudah terdengar sejak 2014 lalu.

Sebagai salah satu negara dengan kekuatan militer yang besar, Israel tentu punya segudang senjata canggih. Pada akhirnya, di tahun 2014, di Singapore Airshow, Israel secara resmi memperkenalkan prototipe Iron Beam.

Baca juga; Sinar Laser Hancurkan Mimpi Mo Salah ke Piala Dunia 2022

Iron Beam dikembangkan oleh kolaborasi antara ilmuwan Israel dan Rafael Advanced Defense System sejak 2005. Dilansir dari Okezone, Ammit Zimmer selaku juru bicara Rafael Advanced Defense Systems mengatakan, Iron Beam didesain untuk memotong pergerakan pesawat pengebom tak berawak, roket, dan mortar.

Lasernya bisa cepat bereaksi seperti sinar senter dan targetnya bisa langsung hancur. Iron Beam memang diciptakan sebagai komponen pendukung untuk memperkuat iron dome.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Buka Semua Data Soal UFO dan Alien
Alasan AS Hidupkan Kembali...
Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer
Kelemahan MQ-9 Reaper...
Kelemahan MQ-9 Reaper AS oleh Sistem Pertahanan Udara Iran Dibeberkan
Intelijen AS Sebut Iran...
Intelijen AS Sebut Iran Siapkan Drone yang Lebih Canggih dari yang Ada Sekarang
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Rekomendasi
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved