7 Teknologi Ini Mengubah Perang Menjadi Lebih Canggih dan Mengerikan

Senin, 21 Maret 2022 - 18:02 WIB
loading...
7 Teknologi Ini Mengubah...
Seiring kemajuan teknologi, peralatan perang mengalami evolusi yang signifikan. Foto/dok
A A A
JAKARTA - Perang memiliki sejarah panjang yang bermula dari awal peradaban, tetapi tentara telah menempuh perjalanan jauh sejak tombak, busur dan anak panah ditemukan.

Setelah menemukan senjata untuk perang, orang kuno juga menjinakan binatang untuk tunggangan perang. Selanjutnya, orang-orang kuno membuat kereta perang yang ditarik kuda.

Seiring kemajuan teknologi, peralatan perang mengalami evolusi yang signifikan. Dimana telah ditemukan pesawat terbang, senjata api, serta meriam yang membuat peperangan makin mengerikan.

Seiring zaman, kini diciptakan pesawat terbang yang lebih cepat, senjata berpemandu laser, dan kendaraan pengangkut bom tanpa awak. Berikut 7 teknologi yang telah mengubah peperangan modern yang dikutip dari Live Science:

1. Drone

Drone tempur, atau kendaraan udara tak berawak, memungkinkan pasukan untuk mengerahkan senjata dalam perang sambil tetap aman ribuan mil jauhnya dari garis depan medan perang.

BACA: Dikenal Sangat Berbahaya, Begini Dampak Limbah Nuklir Sesungguhnya

Dengan begitu, keamanan pilot pesawat tak berawak tidak dalam bahaya, yang membantu militer membatasi jumlah kematian akibat pertempuran. Di militer AS, penggunaan drone berkembang di semua cabang pasukan operasional.

2. Teknologi Fly-by-wire

Teknologi fly-by-wire menggantikan kontrol penerbangan manual dengan antarmuka elektronik yang menggunakan sinyal yang dihasilkan oleh komputer dan ditransmisikan melalui kabel untuk menggerakkan mekanisme kontrol.

Pengenalan sistem fly-by-wire di pesawat memungkinkan bimbingan dan kontrol komputer yang lebih tepat. Misalnya, sistem fly-by-wire dapat secara otomatis membantu menstabilkan pesawat, tanpa bergantung pada input manual dari pilot.

3. Kapal Selam

Kapal selam merevolusi perang angkatan laut dengan memperkenalkan kapal bawah air yang mampu menyerang kapal musuh. Serangan kapal selam pertama yang berhasil terhadap kapal perang terjadi selama Perang Saudara Amerika, yang berlangsung dari tahun 1861 hingga 1865.

Pada bulan Februari 1864, kapal selam Konfederasi CSS H.L. Hunley menenggelamkan USS Housatonic di perairan lepas pantai Carolina Selatan.

BACA JUGA: Ini 4 Kontroler Terbaik untuk Main Game di PC

Saat ini, militer menggunakan kapal selam untuk membawa rudal, melakukan pengintaian, mendukung serangan darat, dan membangun blokade.

4. Rudal Tomahawk

Tomahawk adalah jenis rudal jelajah jarak jauh yang dirancang untuk terbang pada ketinggian yang sangat rendah dengan kecepatan subsonik. Ini memungkinkan senjata digunakan untuk menyerang berbagai target permukaan.

Rudal bertenaga mesin jet ini pertama kali digunakan secara operasional selama Operasi Badai Gurun pada tahun 1991. Rudal bergerak dengan kecepatan sekitar 550 mil per jam (880 km/jam), dan menggunakan penerima GPS untuk menentukan target mereka dengan lebih akurat.

5. Pesawat Siluman

Pesawat siluman , seperti namanya, membantu pilot menghindari deteksi radar di langit. Sementara pesawat tidak dapat sepenuhnya tidak terlihat oleh deteksi radar.

Pesawat siluman menggunakan berbagai teknologi canggih untuk mengurangi pantulan pesawat, spektrum frekuensi radio, dan emisi radar dan inframerah. Teknologi siluman meningkatkan kemungkinan serangan yang berhasil, karena musuh lebih sulit menemukan, melacak, dan bertahan melawan pesawat ini.

BACA JUGA: Merokok di Dalam Mobil kena Denda Rp47 Juta di Jerman

Pengembangan teknologi siluman kemungkinan dimulai di Jerman selama Perang Dunia II, tetapi beberapa contoh modern paling terkenal dari pesawat siluman Amerika termasuk F-35 Lightning II, F-22 Raptor dan B-2 Spirit.

6. Senjata Luar Angkasa

Senjata luar angkasa mencakup berbagai hulu ledak yang dapat menyerang target di Bumi dari luar angkasa, mencegat dan menonaktifkan rudal yang melintasi ruang angkasa, atau menghancurkan sistem ruang angkasa atau satelit di orbit.

Selama Perang Dingin, AS dan bekas Uni Soviet sama-sama mengembangkan senjata luar angkasa, saat ketegangan politik meningkat.

Sementara militerisasi luar angkasa tetap kontroversial, AS, Rusia, dan China telah mengembangkan senjata anti-satelit.

Beberapa uji tembak hulu ledak ini telah berhasil menghancurkan satelit di orbit, termasuk uji coba rudal anti-satelit China tahun 2007 yang menghancurkan salah satu satelit cuaca yang tidak berfungsi di negara itu.

7. Senjata Nuklir

Bom nuklir adalah senjata paling merusak dan mematikan. Hulu ledak ini menarik kekuatan destruktif mereka dari reaksi nuklir, yang melepaskan sejumlah besar energi ledakan.

Senjata nuklir pertama di dunia, atau bom atom, dikembangkan oleh fisikawan yang bekerja di Proyek Manhattan selama Perang Dunia II. Proyek Manhattan, yang dimulai pada tahun 1939, telah menjadi salah satu program penelitian rahasia yang paling terkenal.

Bom nuklir pertama diledakkan pada 16 Juli 1945, selama apa yang disebut uji coba Trinity di Pangkalan Udara Alamogordo di New Mexico. Ledakan itu menciptakan awan jamur besar, dan daya ledak bom itu setara dengan lebih dari 15.000 ton TNT.

Pada bulan Agustus 1945, dua bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki di Jepang. Pemboman itu secara efektif mengakhiri Perang Dunia II, tetapi mengantarkan pada dekade ketakutan global akan penghancuran nuklir.

Sampai saat ini, pemboman Hiroshima dan Nagasaki tetap menjadi satu-satunya senjata nuklir yang digunakan dalam perang.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Rekomendasi
Gerakan Solidaritas...
Gerakan Solidaritas BEM UI untuk Bencana Aceh
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
Berita Terkini
Akhirnya, Trio Maple...
Akhirnya, Trio Maple Haven Bisa Dikendalikan Langsung Lewat Game Mobile
Tantangan Backend Engineer...
Tantangan Backend Engineer Indonesia, Menjawab Tuntutan AI Workflow
Panas Ekstrem, Paris...
Panas Ekstrem, Paris Ubah Sungai Seine Jadi Pendingin Udara
Sekolah untuk Robot...
Sekolah untuk Robot Humanoid Resmi Dibuka, Ini Pelajarannya
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
Meta Bantah Tuduhan...
Meta Bantah Tuduhan Medsosnya Menyebabkan Anak-anak Kecanduan
Infografis
Ampuh, 7 Daun Ini Bisa...
Ampuh, 7 Daun Ini Bisa Turunkan Gula Darah dan Kolesterol Tinggi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved