Ekidna, Hewan Aneh Asal Papua dengan 4 Buah Penis
Senin, 21 Maret 2022 - 08:27 WIB
loading...
Cara Ekidna berkembang biak dengan bertelur walau termasuk mamalia. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Ekidna (Echidna) adalah salah satu hewan paling aneh di dunia. Tidak hanya menjadi mamalia yang bertelur, hewan tersebut juga memiliki penis berkepala empat yang membingungkan para peneliti.
Penis Ekidna memiliki empat kepala bahkan terlihat seperti kaki. Warnanya merah muda, juga terbilang sangat besar. Mencapai sepertiga dari panjang hewan tersebut.
![Ekidna, Hewan Aneh Asal Papua dengan 4 Buah Penis]()
Ekidna dikenal sebagai tenggiling berduri, menjadi salah satu dari hanya dua spesies mamalia bertelur yang hidup saat ini. yang lainnya adalah platipus, hewan yang juga unik langka.
Sayangnya, berbeda dengan platipus yang sudah sangat populer. Ekidna, yang berasal dari Papua tidak terlalu banyak diketahui. Padahal Ekidna adalah hewan asli Papua.
BACA JUGA: Ironi Pawang Hujan: Jadi Bintang di MotoGP, Dihujat dan Dipermalukan di Twitter
Cara Ekidna berkembang biak dengan bertelur walau termasuk mamalia. Ekidna betina biasanya bertelur sekali. Telurnya bercangkang lunak berburu. juga, menetas setelah 10 hari.
Bayi Ekidna yang keluar dari telur lantas berupaya menghisap susu tinggal di kantung induknya selama 45 hari-55 hari.
Penis Ekidna memiliki empat kepala bahkan terlihat seperti kaki. Warnanya merah muda, juga terbilang sangat besar. Mencapai sepertiga dari panjang hewan tersebut.

Ekidna dikenal sebagai tenggiling berduri, menjadi salah satu dari hanya dua spesies mamalia bertelur yang hidup saat ini. yang lainnya adalah platipus, hewan yang juga unik langka.
Sayangnya, berbeda dengan platipus yang sudah sangat populer. Ekidna, yang berasal dari Papua tidak terlalu banyak diketahui. Padahal Ekidna adalah hewan asli Papua.
BACA JUGA: Ironi Pawang Hujan: Jadi Bintang di MotoGP, Dihujat dan Dipermalukan di Twitter
Cara Ekidna berkembang biak dengan bertelur walau termasuk mamalia. Ekidna betina biasanya bertelur sekali. Telurnya bercangkang lunak berburu. juga, menetas setelah 10 hari.
Bayi Ekidna yang keluar dari telur lantas berupaya menghisap susu tinggal di kantung induknya selama 45 hari-55 hari.
Lihat Juga :