Perang dengan Rusia, Ini Rahasia Ukraina Sukses Gunakan Drone Tempur Bikinan Turki
Sabtu, 19 Maret 2022 - 10:06 WIB
loading...
A
A
A
Seorang pilot drone Ukraina lainnya mengatakan, drone tidak mungkin dilihat di malam hari dan dapat mendekati target tanpa menyebabkan kerusakan tambahan. Di sini kekuatan sebenarnya penggunaan drone tempur dalam perang abad ke-21.
Untuk menjalankan operasi ini memerlukan upaya yang cukup besar dan keahlian yang baik. Satuan Elite Pilot Drone Aerorozvidka memiliki 50 pilot drone terlatih untuk menjalankan operasi penyerangan malam.
Bayraktar TB2 memiliki panjang 6,5 meter dan membawa empat amunisi berpemandu laser. Bayraktar dapat terbang selama 27 jam, dengan kecepatan hingga 220 kilometer per jam, dan beroperasi di ketinggian antara 18.000 dan 25.000 kaki.
Baca juga; Rusia Gunakan Drone Tempur Israel, Kehebatannya Bikin Ngeri Ukraina
![Perang dengan Rusia, Ini Rahasia Ukraina Sukses Gunakan Drone Tempur Bikinan Turki]()
Ukraina dikabarkan memiliki sekitar 20 unit drone tempur Bayraktar TB2 dan setidaknya sudah kehilangan satu drone pada hari pertama perang dengan Rusia. “Dua puluh drone tidak cukup untuk mengakhiri pertempuran, bahkan jika mereka sangat efektif," kata Mark Cancian, dari Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington dikutip SINDOnews dari laman NDTV.
Untuk menjalankan operasi ini memerlukan upaya yang cukup besar dan keahlian yang baik. Satuan Elite Pilot Drone Aerorozvidka memiliki 50 pilot drone terlatih untuk menjalankan operasi penyerangan malam.
Bayraktar TB2 memiliki panjang 6,5 meter dan membawa empat amunisi berpemandu laser. Bayraktar dapat terbang selama 27 jam, dengan kecepatan hingga 220 kilometer per jam, dan beroperasi di ketinggian antara 18.000 dan 25.000 kaki.
Baca juga; Rusia Gunakan Drone Tempur Israel, Kehebatannya Bikin Ngeri Ukraina

Ukraina dikabarkan memiliki sekitar 20 unit drone tempur Bayraktar TB2 dan setidaknya sudah kehilangan satu drone pada hari pertama perang dengan Rusia. “Dua puluh drone tidak cukup untuk mengakhiri pertempuran, bahkan jika mereka sangat efektif," kata Mark Cancian, dari Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington dikutip SINDOnews dari laman NDTV.
Lihat Juga :