Ini Senjata Biologis Buatan China yang Dicurigai Intelijen AS
Rabu, 16 Maret 2022 - 19:31 WIB
loading...
A
A
A
Setahun berikutnya atau tahun 1994, China tak menyangkal program senjata biologisnya. Kepala Unit Peperangan Anti-Biologis Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) Fu Gemming mengakui laboratorium penelitian militernya. Namun senjata biologis yang dikembangkannya bersifat defensif.
Fu Gemming mengatakan, PLA tidak memiliki unit perang biologis atau unit perang bakteriologis yang ofensif. Secara resmi, unit ini hanya berupa Institut Kedokteran Militer dan bertugas mempelajari penyakit menular.
Namun bukti lain menyebutkan kalau China memang telah mengembangkan senjata biologis. Ken Alibek, mantan Wakil Direktur Pertama Biopreparat Soviet mengungkapkan 'kecelakaan' di laboratorium Xinjiang dekat lokasi pengujian nuklir China. Pada 1980-an, dimana dua edpidemi demam berdarah bocor dari laboratorium.
BACA JUGA: Cara Mengembalikan Aplikasi yang Terhapus di Smartphone
Pada tahun 1999, Departemen Pertahanan AS menilai China memiliki senjata biologis yang berbahaya. Senjata itu melengkapi teknologi perang China yang meliputi rudal balistik, rudal jelajah, berbagai pesawat tempur, pembom, helikopter, artileri, roket, mortir, dan penyemprot.
Dalam laporan tahun 2001, AS menambahkan bahwa China memiliki infrastruktur bioteknologi canggih serta kemampuan produksi amunisi yang diperlukan. China juga dikatakan telah meneliti agen snjata biologis potensial, seperti agen penyebab tularemia, demam Q, wabah, antraks, ensefalitis kuda, dan psittacosis.
Fu Gemming mengatakan, PLA tidak memiliki unit perang biologis atau unit perang bakteriologis yang ofensif. Secara resmi, unit ini hanya berupa Institut Kedokteran Militer dan bertugas mempelajari penyakit menular.
Namun bukti lain menyebutkan kalau China memang telah mengembangkan senjata biologis. Ken Alibek, mantan Wakil Direktur Pertama Biopreparat Soviet mengungkapkan 'kecelakaan' di laboratorium Xinjiang dekat lokasi pengujian nuklir China. Pada 1980-an, dimana dua edpidemi demam berdarah bocor dari laboratorium.
BACA JUGA: Cara Mengembalikan Aplikasi yang Terhapus di Smartphone
Pada tahun 1999, Departemen Pertahanan AS menilai China memiliki senjata biologis yang berbahaya. Senjata itu melengkapi teknologi perang China yang meliputi rudal balistik, rudal jelajah, berbagai pesawat tempur, pembom, helikopter, artileri, roket, mortir, dan penyemprot.
Dalam laporan tahun 2001, AS menambahkan bahwa China memiliki infrastruktur bioteknologi canggih serta kemampuan produksi amunisi yang diperlukan. China juga dikatakan telah meneliti agen snjata biologis potensial, seperti agen penyebab tularemia, demam Q, wabah, antraks, ensefalitis kuda, dan psittacosis.
Lihat Juga :