Riset Entrust Sebut Dompet Digital Banyak Digunakan di Indonesia
Selasa, 15 Maret 2022 - 14:20 WIB
loading...
Pembayaran digital di era internet. FOTO/ IST
A
A
A
JAKARTA - Transformasi global dalam dunia perbankan dan pembayaran mengalami akselerasi dalam beberapa tahun belakangan, dan di antara tren online dan pandemi yang melanda dunia, industri ini mengalami disrupsi dari semua sisi.
Sebuah survei yang dilakukan Entrust menunjukan para nasabah di Indonesia lebih memilih untuk melakukan aktivitas perbankan secara digital (online). Namun dalam survei tersebut juga terungkap jika sebagian di antara nasabah masih khawatir dengan sistem keamanan yang ditawarkan perbankan.
BACA JUGA - T ransaksi Dompet Digital Melesat, Bikin Dompet Kulit Makin Tepos
Entrust melakukan survei bertajuk 'The Great Payments Disruption' kepada 1.350 nasabah di sembilan negara, yakni Indonesia, Australia, Kanada, Jerman, Arab Saudi, Singapura, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Amerika Serikat, yang telah melakukan atau menerima pembayaran digital dalam 12 bulan terakhir.
Survei Entrust menggambarkan kecenderungan nasabah perbankan modern, yang mengindikasikan kebutuhan akan kemampuan perbankan online, kartu yang aman dengan chip dan keamanan pembayaran yang ditingkatkan.
![Riset Entrust Sebut Dompet Digital Banyak Digunakan di Indonesia]()
“Penelitian ini menyoroti bahwa jauh dari sebelumnya saat ini nasabah perbankan mendahulukan interaksi digital dan kemudian menciptakan pengalaman digital dengan keamanan sebagai fondasinya,” ujar Angus McDougall, Regional Vice President, Asia Pacific & Japan, Entrust, dalam webinar yang digelar Kamis (17/3).
Sebuah survei yang dilakukan Entrust menunjukan para nasabah di Indonesia lebih memilih untuk melakukan aktivitas perbankan secara digital (online). Namun dalam survei tersebut juga terungkap jika sebagian di antara nasabah masih khawatir dengan sistem keamanan yang ditawarkan perbankan.
BACA JUGA - T ransaksi Dompet Digital Melesat, Bikin Dompet Kulit Makin Tepos
Entrust melakukan survei bertajuk 'The Great Payments Disruption' kepada 1.350 nasabah di sembilan negara, yakni Indonesia, Australia, Kanada, Jerman, Arab Saudi, Singapura, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Amerika Serikat, yang telah melakukan atau menerima pembayaran digital dalam 12 bulan terakhir.
Survei Entrust menggambarkan kecenderungan nasabah perbankan modern, yang mengindikasikan kebutuhan akan kemampuan perbankan online, kartu yang aman dengan chip dan keamanan pembayaran yang ditingkatkan.

“Penelitian ini menyoroti bahwa jauh dari sebelumnya saat ini nasabah perbankan mendahulukan interaksi digital dan kemudian menciptakan pengalaman digital dengan keamanan sebagai fondasinya,” ujar Angus McDougall, Regional Vice President, Asia Pacific & Japan, Entrust, dalam webinar yang digelar Kamis (17/3).
Lihat Juga :