Gumpalan Batuan di Bawah Tanah Akan Picu Letusan Gunung Berapi Super
Rabu, 16 Maret 2022 - 10:42 WIB
loading...
Gumpalan batuan di bawah tanah akan picu letusan gunung berapi super. FOTO/ IST
A
A
A
CAPE TOWN - Para ilmuwan telah mengungkap misteri dua gumpalan besar di bawah permukaan bumi yang belum dapat dijelaskan. Gumpalan itu diprediksi akan picu letusan gunung berapi super.
Seperti dilansir dari The Sun, Rabu (16/3/3022), gumpalan batu di bawah kerak bumi masing-masing seukuran benua dan 100 kali lebih tinggi dari Gunung Everest.
BACA JUGA - Interferometri Seismik Teknologi Pemantau Gunung Berapi Terakurat
Salah satunya terletak di bawah Afrika, sementara yang lain dapat ditemukan di bawah Samudra Pasifik.
Seperti yang diduga sejak 1980-an, gumpalan di bawah Afrika jauh lebih tinggi.
Bahkan, tingginya dua kali lipat dari yang ada di belahan dunia lain, berukuran sekitar 997 kilometer lebih tinggi.
Tetapi yang lebih penting, para ilmuwan telah menemukan bahwa rumpun batuan Afrika juga kurang padat dan kurang stabil.
Tidak ada penjelasan khusus untuk situasi ini, tetapi itu bisa menjadi alasan mengapa benua itu memiliki lebih banyak letusan gunung berapi super selama ratusan juta tahun daripada gumpalan serupa di Samudra Pasifik.
Seperti dilansir dari The Sun, Rabu (16/3/3022), gumpalan batu di bawah kerak bumi masing-masing seukuran benua dan 100 kali lebih tinggi dari Gunung Everest.
BACA JUGA - Interferometri Seismik Teknologi Pemantau Gunung Berapi Terakurat
Salah satunya terletak di bawah Afrika, sementara yang lain dapat ditemukan di bawah Samudra Pasifik.
Seperti yang diduga sejak 1980-an, gumpalan di bawah Afrika jauh lebih tinggi.
Bahkan, tingginya dua kali lipat dari yang ada di belahan dunia lain, berukuran sekitar 997 kilometer lebih tinggi.
Tetapi yang lebih penting, para ilmuwan telah menemukan bahwa rumpun batuan Afrika juga kurang padat dan kurang stabil.
Tidak ada penjelasan khusus untuk situasi ini, tetapi itu bisa menjadi alasan mengapa benua itu memiliki lebih banyak letusan gunung berapi super selama ratusan juta tahun daripada gumpalan serupa di Samudra Pasifik.
Lihat Juga :