Sejarah Uranium Sebagai Bahan Baku Nuklir, Ternyata Sudah Digunakan Orang Romawi Kuno
Senin, 14 Maret 2022 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
Uranium ini terdiri dari 92 proton dengan jumlah neutron bervariasi, antara 140-146. Di bumi sendiri, melimpah bahan baku uranium-238 (92 proton dan 146 neutron) dan Uranium-235 (92 proton dan 146 neutron).
Setelah berhasil mengetahui elemen uranium, sejumlah ilmuwan melakukan penelitian terhadap zat tersebut. Baru pada tahun 1896, Henri Becquerel berhasil mengetahui sifat radioaktif dari uranium tersebut.
BACA JUGA: Mengenal Bom Kotor yang Dituding Rusia Digunakan Tentara Ukraina
Empat dekade kemudian, pada tahun 1934 sebuah tim fisikawan Italia yang dipimpin oleh Enrico Fermi membombardir uranium dengan neutron dan menemukan bahwa ia memancarkan elektron dan positron.
Fisikawan Otto Hahn dan Fritz Strassmann akhirnya berhasil mengetahui bahwa uranium dapat pecah menjadi elemen yang lebih ringan. Kemudian Lise Meitner dan keponakannya Otto Robert Frisch menjelaskan dan menamai proses itu sebagai fisi nuklir.
Proses itu lah yang kemudian dikembangkan oleh ilmuwan menjadi bahan baku pembangkit listrik tenaga nuklir. Karena satu kilogram Uranium-235 yang diproses melalui fisi lengkap, energi yang dihasilkan setara dengan membakar 1,5 juta kilogram batu bara.
Setelah berhasil mengetahui elemen uranium, sejumlah ilmuwan melakukan penelitian terhadap zat tersebut. Baru pada tahun 1896, Henri Becquerel berhasil mengetahui sifat radioaktif dari uranium tersebut.
BACA JUGA: Mengenal Bom Kotor yang Dituding Rusia Digunakan Tentara Ukraina
Empat dekade kemudian, pada tahun 1934 sebuah tim fisikawan Italia yang dipimpin oleh Enrico Fermi membombardir uranium dengan neutron dan menemukan bahwa ia memancarkan elektron dan positron.
Fisikawan Otto Hahn dan Fritz Strassmann akhirnya berhasil mengetahui bahwa uranium dapat pecah menjadi elemen yang lebih ringan. Kemudian Lise Meitner dan keponakannya Otto Robert Frisch menjelaskan dan menamai proses itu sebagai fisi nuklir.
Proses itu lah yang kemudian dikembangkan oleh ilmuwan menjadi bahan baku pembangkit listrik tenaga nuklir. Karena satu kilogram Uranium-235 yang diproses melalui fisi lengkap, energi yang dihasilkan setara dengan membakar 1,5 juta kilogram batu bara.
Lihat Juga :