Mengenal Yandex, Mesin Pencari Asal Rusia Pesaing Berat Google

Senin, 14 Maret 2022 - 15:27 WIB
loading...
Mengenal Yandex, Mesin Pencari Asal Rusia Pesaing Berat Google
Yandex merupakan perusahaan berbasis teknologi terbesar di Rusia yang menyediakan layanan mesin pencari atau search engine pesaing Google. Foto/dok
A A A
JAKARTA - Yandex merupakan perusahaan berbasis teknologi terbesar di Rusia yang menyediakan layanan mesin pencari atau search engine pesaing Google. Kendati namanya cukup asing di Indonesia, namun Yandex sudah sangat populer di Rusia.

Sebagian besar orang mungkin akan merasa asing ketika mendengar istilah mesin pencari Yandex. Ini karena mayoritas orang hanya mengetahui Google sebagai mesin pencari yang sering digunakan di internet.

Layaknya Google, Yandex sebagai mesin pencari memungkinkan para penggunanya untuk mengakses pencarian sesuai kata kunci yang diberikan melalui internet.

Asal mula berdirinya Yandex berawal pada 1990 ketika Arkady Volozh dan Arkady Borkovsky mendirikan Arkadia, perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak MS-DOS untuk digunakan dalam klasifikasi paten dan barang.



Setelah itu, pada 1993, Arkady Volozh bersama temannya Ilya Segalovich bekerja sama untuk mengembangkan sebuah mesin pencari di internet. Mereka menggunakan nama Yandex yang berasal dari kata ‘Yet Another iNDEXer’. Yandex resmi diperkenalkan pada 23 September 1997 dan pertama kali dipamerkan di pameran Softool di Moskwa.

Yandex merupakan mesin pencari paling populer di Rusia mengalahkan Google. Berdasarkan beberapa sumber, Yandex memiliki pengguna lebih dari 50 persen di Rusia dan ini membuatnya menjadi lebih banyak digunakan daripada Google.

Selain di Rusia, Yandex juga banyak digunakan di Belarusia, Kazakhstan, Tajikistan, dan beberapa negara lainnya. Hal tersebut membuat Yandex menjadi mesin pencari terbesar kelima di dunia setelah Google, Bing, Yahoo, dan Baidu.



Dilansir Search Facts, Beberapa alasan yang menjadikan Yandex lebih populer dibandingkan Google di Rusia adalah sebagai berikut:
Halaman :
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1397 seconds (0.1#10.140)