Ancaman Nuklir Rusia ke Ukraina, Putin Tidak Bisa Sendirian Aktifkan Bom Atom
Sabtu, 05 Maret 2022 - 22:05 WIB
loading...
A
A
A
Ini berarti bahwa "tombol merah" dapat ditekan kapan saja. Tentu ini bermakna simbolis, karena tidak ada tombol nuklir merah di Rusia. Sebagai gantinya, ada tiga orang secara resmi memiliki koper atom berisi kode senjata nuklir.
![Ancaman Nuklir Rusia ke Ukraina, Putin Tidak Bisa Sendirian Aktifkan Bom Atom]()
Lalu, siapa ketiga orang yang mungkin mengeluarkan perintah untuk mengerahkan rudal strategis, pengebom jarak jauh, atau bahkan kapal selam nuklir. Ketiga orang penting itu, adalah Presiden Rusia Vladimir Putin, Kepala Staf Valery Gerasimov, dan Menteri Pertahanan Jenderal Sergei Shoigu.
Baca juga; Perang Nuklir dengan NATO Bisa Pecah Kapan Saja, Rusia Perkuat Triad Nuklir
Tiga orang yang masuk daftar sanksi Amerika Serikat ini, pekan lalu baru mengadakan pertemuan dengan membawa kopernya masing-masing. Putin tidak dapat memerintahkan penggunaan senjata nuklir sendiri, dia membutuhkan kode dari dua koper nuklir lainnya. Jadi Putin bergantung pada salah satu dari dua jenderalnya.
“Sistem ini berfungsi sebagai perlindungan terhadap kesalahan serius dalam penggunaan senjata nuklir,” kata Solovyov kepada media Rusia yang dikutip SINDOnews dari laman Bulgarian Military,Sabtu (5/3/2022).

Lalu, siapa ketiga orang yang mungkin mengeluarkan perintah untuk mengerahkan rudal strategis, pengebom jarak jauh, atau bahkan kapal selam nuklir. Ketiga orang penting itu, adalah Presiden Rusia Vladimir Putin, Kepala Staf Valery Gerasimov, dan Menteri Pertahanan Jenderal Sergei Shoigu.
Baca juga; Perang Nuklir dengan NATO Bisa Pecah Kapan Saja, Rusia Perkuat Triad Nuklir
Tiga orang yang masuk daftar sanksi Amerika Serikat ini, pekan lalu baru mengadakan pertemuan dengan membawa kopernya masing-masing. Putin tidak dapat memerintahkan penggunaan senjata nuklir sendiri, dia membutuhkan kode dari dua koper nuklir lainnya. Jadi Putin bergantung pada salah satu dari dua jenderalnya.
“Sistem ini berfungsi sebagai perlindungan terhadap kesalahan serius dalam penggunaan senjata nuklir,” kata Solovyov kepada media Rusia yang dikutip SINDOnews dari laman Bulgarian Military,Sabtu (5/3/2022).
Lihat Juga :