Buntut Ketegangan Inggris dan Rusia, Roket Soyuz Ditarik dari Landasan Peluncuran

Sabtu, 05 Maret 2022 - 20:20 WIB
loading...
Buntut Ketegangan Inggris...
Rusia terlihat mengeluarkan roket Soyuz dan 36 satelit internet OneWeb dari landasan peluncuran di Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan, Jumat 4 Maret 2022. Foto/Roscosmos/Space.com
A A A
MOSKOW - Rusia terlihat mengeluarkan roket Soyuz dan 36 satelit internet OneWeb dari landasan peluncuran di Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan, Jumat 4 Maret 2022. Rencana peluncuran yang dijadwalkan 4 Maret 2022 ditunda sebagai buntut dari ketegangan Rusia dengan Inggris .

Roket Soyuz dan 36 satelit OneWeb yang seharusnya diluncurkan, tampaknya kembali dimasukkan ke dalam fasilitas perakitan dan pengujian di Baikonur. Roket Soyuz diangkut menggunakan kendaraan pengangkut yang biasa digunakan oleh pasukan militer Rusia di Ukraina.

Diketahui bahwa Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan, dikelola bersama oleh Angkatan Dirgantara Rusia dan badan antariksa federal Rusia, Roscosmos. Roket Soyuz awalnya dijadwalkan lepas landas pada hari Jumat 4 Maret 2022, tetapi misinya terganggu akibat invasi Rusia ke Ukraina.

Baca juga; Dampak Perang Rusia Ukraina, Roscosmos Hentikan Kerja Sama Peluncuran Roket Soyuz dengan Eropa

Sebelum peluncuran Roscosmos menuntut pemerintah Inggris menjamin satelit OneWeb tidak akan digunakan untuk tujuan militer. Roscosmos juga meminta pemerintah Inggris melepaskan kepemilikan saham dari perusahaan OneWeb yang berbasis di London.

Tuntutan Roscosmos itu sebagai sikap atas sanksi yag dijatuhkan kepada Rusia atas invasi ke Ukraina. Namun, pemerintah Inggris tidak memenuhi tuntutan Roscosmos. Pada Rabu 2 Maret 2022, OneWeb memerintahkan karyawannya untuk meninggalkan Baikonur dan mengumumkan menangguhkan peluncuran satelitnya dari situs tersebut.
Buntut Ketegangan Inggris dan Rusia, Roket Soyuz Ditarik dari Landasan Peluncuran


Kerja sama antariksa selama beberapa dekade antara Rusia dan Barat menjadi sangat kacau dalam delapan hari sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai. Tidak jelas apa yang akan terjadi di masa depan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Baca juga; Rusia dan Inggris Bersitegang Jelang Peluncuran Satelit OneWeb, Efek Panas Perang Ukraina

Padahal OneWeb sedang membangun konstelasi broadband yang awalnya akan terdiri dari 648 satelit. Lebih dari 420 dari mereka telah mencapai orbit hingga saat ini, semuanya menggunakan roket Soyuz buatan Rusia yang dioperasikan oleh perusahaan Arianespace yang berbasis di Prancis.

Misi OneWeb telah diluncurkan dari Baikonur, Vostochny Cosmodrome di Timur Jauh Rusia dan Spaceport Eropa di Kourou, Guyana Prancis. Roscosmos telah menghentikan kerja sama di Kourou, mengakhiri peluncuran Soyuz dari situs untuk sementara waktu dan menarik kembali karyawannya ke Rusia.

Roscosmos juga mengumumkan menghentikan menjual mesin roket buatan Rusia ke perusahaan-perusahaan Amerika Serikat. Rusia juga menghentikan kerja sama dengan Jerman dalam bidang sains dan pertahanan di luar angkasa.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
Berteknologi Canggih,...
Berteknologi Canggih, Kuba Siap Borong Drone Buatan Rusia dan Iran
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya
Perusahaan Teknologi...
Perusahaan Teknologi Jadi Sasaran Rudal Iran, AS Minta Citra Satelit Dimatikan
Drone Satpam Presiden...
Drone Satpam Presiden Rusia yang Bikin Israel Mikir Nggak Berani Macam-macam
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Rekomendasi
Apakah Islam Mengenal...
Apakah Islam Mengenal Harta Gono-gini? Begini Penjelasan Hukum Kepemilikan Suami dan Istri
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Berita Terkini
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved