Dikenal Sebagai Gurun Pasir Terpanas dan Terbesar, Ini Satwa yang Hidup di Sahara
Jum'at, 25 Februari 2022 - 21:39 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun sumber air sulit ditemukan, Gurun Sahara memiliki dua sungai permanen, yaitu Sungai Nil dan Niger. Setidaknya ada 20 danau musiman dan akuifer besar, yang merupakan sumber utama air untuk lebih dari 90 oasis utama di seluruh wilayah Gurun Sahara.
Baca juga; Gurun Sahara yang Panas Tiba-tiba Bersalju, Ada Apa dengan Bumi?
Terlepas dari kondisi Sahara yang keras dan gersang, banyak spesies tumbuhan dan hewan yang hidup. Menurut World Wildlife Fund ada sekitar 500 spesies tumbuhan, 70 spesies mamalia, 90 spesies burung, 100 spesies reptil serta banyak spesies laba-laba, kalajengking dan artropoda kecil lainnya hidup di Sahara.
Unta adalah salah satu hewan paling ikonik di Sahara, meskipun nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara. Nenek moyang unta modern pertama kali muncul sekitar 45 juta tahun yang lalu, dan mamalia besar akhirnya berhasil mencapai benua Afrika dengan melakukan perjalanan melintasi tanah genting Bering antara 3 juta dan 5 juta tahun yang lalu.
Menurut University of Veterinary Medicine Vienna, unta dijinakkan sekitar 3.000 tahun yang lalu di Semenanjung Arab tenggara, untuk digunakan sebagai transportasi di padang pasir. Unta, juga dikenal sebagai "kapal gurun", beradaptasi dengan baik dengan lingkungan Sahara yang panas dan gersang.
Baca juga; Batu Unta di Arab Saudi Ternyata Lebih Tua dari Piramida dan Stonehenge
Baca juga; Gurun Sahara yang Panas Tiba-tiba Bersalju, Ada Apa dengan Bumi?
Terlepas dari kondisi Sahara yang keras dan gersang, banyak spesies tumbuhan dan hewan yang hidup. Menurut World Wildlife Fund ada sekitar 500 spesies tumbuhan, 70 spesies mamalia, 90 spesies burung, 100 spesies reptil serta banyak spesies laba-laba, kalajengking dan artropoda kecil lainnya hidup di Sahara.
Unta adalah salah satu hewan paling ikonik di Sahara, meskipun nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara. Nenek moyang unta modern pertama kali muncul sekitar 45 juta tahun yang lalu, dan mamalia besar akhirnya berhasil mencapai benua Afrika dengan melakukan perjalanan melintasi tanah genting Bering antara 3 juta dan 5 juta tahun yang lalu.
Menurut University of Veterinary Medicine Vienna, unta dijinakkan sekitar 3.000 tahun yang lalu di Semenanjung Arab tenggara, untuk digunakan sebagai transportasi di padang pasir. Unta, juga dikenal sebagai "kapal gurun", beradaptasi dengan baik dengan lingkungan Sahara yang panas dan gersang.
Baca juga; Batu Unta di Arab Saudi Ternyata Lebih Tua dari Piramida dan Stonehenge
Lihat Juga :