Perang Rusia Vs Ukraina, Limbah Radioaktif Chernobyl Bisa Racuni Eropa

Jum'at, 25 Februari 2022 - 13:15 WIB
loading...
Perang Rusia Vs Ukraina,...
Pertempuran di sekitar Chernobyl dapat menyebabkan potensi gangguan limbah nuklir dan penyebaran bahan radioaktif berbahaya ke seluruh Eropa. Foto/dok
A A A
KIEV - Pasukan Rusia dikabarkan berhasil merebut bekas pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Chernobyl dalam upaya mereka melakukan invasi. Kini pemerintah Ukraina khawatir dampak pertempuran di lokasi bisa membuat limbah radioaktif menyebar ke Ukraina hingga Eropa.

Dilansir Live Science, Jumat (25/2/2022), Mykhailo Podolyak, seorang menteri presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, pasukan Ukraina bertempur dengan pasukan Rusia yang menginvasi wilayah Chernobyl dari Belarusia. "Pasukan Rusia telah menguasai pembangkit listrik yang sekarang sudah tidak berfungsi," katanya.

Serangan itu terjadi sebagai bagian dari invasi penuh Rusia ke Ukraina yang terbesar sejak Perang Dunia II. Pasukan Rusia mengklaim telah menghancurkan lebih dari 70 target militer dan 11 lapangan terbang pada Kamis 24 Februari 2022. Pasukan Rusia yang maju dilaporkan telah merebut Bandara Internasional Antonov di pinggiran ibukota Ukraina, Kiev.

BACA: Gempur Ukraina, Ini Persenjataan Canggih yang Digunakan Rusia

"Mustahil untuk mengatakan pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl aman setelah serangan tersebut. Ini adalah salah satu ancaman paling serius di Eropa saat ini," kata Podolyak, seperti dilansir Reuters.

Sebagai salah satu tempat paling tercemar radioaktif di dunia, sebagian besar zona eksklusif Chernobyl telah ditutup sejak bencana kehancuran pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl Ukraina pada tahun 1986.



Pada tahun itu, dua ledakan raksasa di pembangkit listrik tenaga nuklir itu damn memuntahkan 2.000 ton radioaktif ke udara danmencemari area seluas 2.600 kilometer persegi. Daerah itu kemudian dianggap tidak dapat dihuni oleh manusia selama 24.000 tahun ke depan.

Seorang penasihat kementerian dalam negeri Ukraina juga memperingatkan bahwa pertempuran di sekitar pembangkit listrik dapat menyebabkan potensi gangguan limbah nuklir dan penyebaran bahan radioaktif berbahaya di seluruh Eropa.

BACA JUGA: Buaya Air Asin, Reptil Tertua dan Terbesar di Dunia

"Pengawal Nasional, yang menjaga pengumpul limbah radioaktif nuklir yang tidak aman, berjuang keras," Anton Gerashchenko, penasihat dan mantan wakil menteri di Kementerian Dalam Negeri Ukraina, menulis di Facebook.

"Akibat dari serangan artileri penjajah, fasilitas penyimpanan limbah nuklir hancur, debu radioaktif dapat menutupi wilayah Ukraina, Belarus, dan negara-negara Uni Eropa [Uni Eropa]!"

Sekitar 7.500 lebih tentara Rusia ditempatkan di zona eksklusi antara Desember 2021 dan Februari 2022; situs itu terletak dekat perbatasan utara Ukraina dengan sekutu Rusia Belarusia dan berada di rute paling langsung antara itu dan Kiev.

Gambar satelit non-militer yang diposting di Twitter pada hari Selasa 22 Februari 2022 tampaknya menunjukkan bahwa jembatan ponton telah didirikan di sungai Pripyat hanya 22,5 km di utara pabrik Chernobyl di perbatasan Ukrania-Belorusia, mungkin untuk memfasilitasi pengangkutan pasukan Rusia ke zona tersebut.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya
Bongkar Teknologi Rudal...
Bongkar Teknologi Rudal Siluman Su-57 yang Timbulkan Masalah di Ukraina
Diserang Drone, Rumah...
Diserang Drone, Rumah Putin Ternyata Dilindungi Teknologi Anti-Nuklir
Dibantu Eropa, Diam-diam...
Dibantu Eropa, Diam-diam Ukraina Serang Rusia dari Luar Angkasa
Rusia Siapkan Platform...
Rusia Siapkan Platform Khusus untuk Blokir Nomor Telepon dan Website Berbahaya
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Rekomendasi
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Tuan Rumah EduTalk Youth Summit 2026, Bekali Ratusan Pelajar se-Jabodetabek
Sudah Diet Tapi Berat...
Sudah Diet Tapi Berat Badan Kembali Naik? Ini Penjelasan Dokter
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Berita Terkini
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved