Robot Penjelajah Yutu-2 China Temukan Bola Kaca Aneh di Bulan

Rabu, 23 Februari 2022 - 19:17 WIB
loading...
Robot Penjelajah Yutu-2...
Robot penjelajah Yutu-2 China menemukan dua bola kaca tembus pandang di tengah permukaan bulan yang kering. Foto/dok
A A A
BEIJING - Robot penjelajah Yutu-2 China membuat penemuan menarik di sisi terjauh Bulan. Kamera Yutu-2 menemukan dua bola kaca tembus pandang di tengah permukaan bulan yang kering.

Yutu-2 belum mendapatkan data komposisi bola kaca tersebut dan ini dapat menjadi target penelitian penting di masa depan untuk mengungkap bagaimana bulan pertama kali terbentuk.

Ahli geologi planet Zhiyong Xiao dari Universitas Sun Yat-sen dan Akademi Ilmu Pengetahuan China mengatakan, sulit untuk mengetahui dengan pasti darimana bola kaca itu berasal.

BACA: Jejak Kehidupan Ditemukan, Ilmuwan Ukur Kelayakan Huni di Mars

"Karena sebagian besar kaca yang ditemukan di bulan hingga saat ini terlihat berbeda dari bola yang ditemukan oleh Yutu-2. Ada banyak sekali kaca di sana, tetapi ukurannya cenderung kurang dari satu milimeter," ujarnya seperti dilansir Space, Rabu (23/2/2022).

Bola kaca yang ditemukan Yutu-2 jauh lebih besar, dengan lebar 15 hingga 25 milimeter. Bola kaca juga pernah ditmukan ketika misi Apollo 16 dilakukan namun ukurannya jauh lebih besar, yakni 40 milimeter.

Selain masalah ukuran, bola kaca yang ditemukan Yutu-2 dan Apollo 16 memiliki perbedaan lain. Xiao menjelaskan, bola sisi jauh tampaknya tembus cahaya atau semi-transparan, dan memiliki kilau seperti kaca.

BACA JUGA: Menyatakan Cinta Lewat WhatsApp? Gunakan Voice Note!

Selain dua yang tampaknya tembus cahaya, mereka menemukan empat bola lagi yang memiliki kilau serupa, tetapi tidak tembus cahaya.

Bola kaca ini ditemukan di dekat kawah tumbukan baru, yang dapat menunjukkan bahwa mereka terbentuk selama tumbukan meteorit bulan . Namun, tim percaya bahwa bola kaca itu terbentuk dari kaca vulkanik yang disebut anorthosite.

"Secara kolektif, morfologi aneh, geometri, dan konteks lokal dari sifat kaca konsisten dengan dampak anorthosit," tulis para peneliti dalam makalah mereka.

BACA JUGA: Pertahankan Teknologi Lama Alasan Toyota Minta Bantuan Yamaha

Xiao dan tim mengatakan, sejauh ini semua baru perkiraan karena peneliti belum dapat memastikan komposisi dari bola kaca tersebut. "Sebagai penemuan pertama, bola kaca makroskopik yang tembus cahaya ini sangat menarik untuk diteliti kedepannya," katanya.

Ilmuwan memperkirakan kalau bola kaca itu akan berlimpah di dataran tinggi bulan . "Ini memberikan kami optimisme untuk pengambilan sampel dan mengungkap sejarah dampak awal bulan," tulis mereka.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Astronot Artemis II...
Astronot Artemis II Ternyata Bawa iPhone 17 Pro Max ke Bulan
Astronot Artemis II...
Astronot Artemis II Berhasil Ungkap Sisi Tergelap Bulan
Bulan Sejajar Terjadi...
Bulan Sejajar Terjadi Tepat di Atas Kakbah, Fenomena Ini Jadi Kalibrasi Arah Kiblat
Bulan Semakin Menjauh...
Bulan Semakin Menjauh dari Bumi Ini yang Terjadi pada Waktu dalam Sehari
Elon Musk Siap Bangun...
Elon Musk Siap Bangun Kota di Bulan dan Mars
Mengapa Manusia Tak...
Mengapa Manusia Tak ke Bulan Lagi setelah Lebih dari 50 Tahun? Ini Jawabannya
Elon Musk Berencana...
Elon Musk Berencana Bangun Kota di Bulan yang Tumbuh Sendiri
Selamat Tinggal 24 Jam...
Selamat Tinggal 24 Jam Sehari? Penghuni Bumi akan Mengalami 25 Jam Sehari
Rekomendasi
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025, Senin 15 Desember: Indonesia Nyaman di Posisi 2
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved