Rusia Dituding Mulai Bombardir Website Bank dan Militer Ukraina

Kamis, 17 Februari 2022 - 05:01 WIB
loading...
Rusia Dituding Mulai...
Ilustrasi Serangan Hacker Rusia ke website Ukraina. FOTO/ IST
A A A
KIEV - Ukraina kemarin mengklaim bahwa situs Kementerian Pertahanan, pasukan militer dan dua bank besar di negara itu, telah mengalami serangan siber yang diduga dilakukan oleh Rusia.

Seperti dilansir dari AFP Rabu (16/2/2022), masalah itu diumumkan oleh badan pemantau komunikasi Ukraina, karena bekas negara Soviet itu khawatir tentang kemungkinan serangan oleh pasukan Rusia yang sedang menjalani pelatihan di daerah perbatasan.

BACA JUGA - Misteri Helikopter AS Mendarat di Perbatasan Ukraina-Polandia, Ini Penampakannya

Situs web yang dilaporkan terpengaruh mencakup dua lembaga keuangan terbesar di Ukraina, Oschadbank dan Privat.

Dan parahnya selain dua situs bank tersebut, situs web militer masih tidak dapat diakses beberapa jam setelah laporan awal serangan itu dirilis.

Situs web Kementerian Pertahanan menampilkan pesan yang berbunyi 'pemeliharaan teknis sedang berlangsung.' Situs web tentara menampilkan pesan bahwa kerusakkan itu tidak dapat dijangkau.

Sedangkan pihak bank, menghadapi serangan DDoS masif yang memblokir layanan perbankan online, termasuk pembayaran dan tampilan saldo.

Pada saat yang sama, ,mereka juga mengalami serangan penolakan layanan membuat ATM offline dan pengguna tak bisa menarik atau mentransfer dana secara online.

Mengutip laman The Verge, Rabu (16/2/2022), serangan DDoS terjadi saat Rusia mengklaim akan mengurangi potensi konflik dengan menarik pasukan dari perbatasan Ukraina.

Pernyataan tersebut disambut dengan 'optimisme hati-hati" oleh NATO, tapi mereka juga skeptis di tengah serangkaian sinyal kontradiktif dari militer Rusia.

Serangan siber masih belum dikaitkan dengan aktor tertentu oleh pemerintah Ukraina atau pejabat AS. Meskipun mengingat situasi militer yang sedang berlangsung, banyak yang menduga adanya keterlibatan Rusia.

Ada perbedaan pendapat mengenai apakah serangan ini merupakan awal dari aktivitas militer atau kembali ke keadaan normal.

Matt Tait, seorang analis keamanan yang dikenal dengan moniker pwnallthethings, mentweet bahwa DDoS bukan "bagian dari invasi" dan mendesak agar berhati-hati dalam melaporkan.

Sumber lain di industri keamanan siber juga meremehkan tingkat keparahan serangan itu.

"Kami dapat mengkonfirmasi serangan DDoS, tetapi tidak melihat indikasi bahwa dampaknya sangat penting, kegiatan ini dapat menjaga rasa tekanan di Ukraina dalam menghadapi lebih banyak berita positif selama beberapa hari terakhir," kata direktur Cisco intelijen ancaman Matthew Olney, menurut tweet yang dibagikan oleh jurnalis keamanan siber Kim Zetter.

Informasi saja, DDoS adalah teknik serangan hacker yang membanjiri server pakai paket data berkapasitas besar, serangan ini dilakukan secara terus menerus hingga sistem tidak dapat menampung data dan akhirnya rusak.

Lalu lintas server layanan dibanjiri dengan data yang besar sehingga situs atau aplikasi tersebut sulit diakses oleh pengguna lain.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
340 Juta Data Pengguna...
340 Juta Data Pengguna Situs Dewasa OnlyFans Dijual Hacker
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
Berteknologi Canggih,...
Berteknologi Canggih, Kuba Siap Borong Drone Buatan Rusia dan Iran
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Rekomendasi
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved