Remaja Rusia Dipenjara karena Ingin Bom Gedung Keamanan di Game Minecraft

Jum'at, 11 Februari 2022 - 20:25 WIB
loading...
Remaja Rusia Dipenjara...
Tiga remaja di Rusia, ditangkap polisi karena berencana untuk meledakan gedung keamanan federal Rusia (FSB) di game Minecraft. Foto/dok
A A A
MOSKOW - Tiga remaja di Rusia, ditangkap polisi karena berencana untuk meledakan gedung keamanan federal Rusia (FSB) di game Minecraft . Dua remaja dibebaskan setelah mengku bersalah dan hukumannya ditanggguhkan sedangkan seorang lagi dipenjara.

Dikutip dari Gizmodo, Jumat (11/2/2022), Nikita Uvarov yang masih berusia 16 tahun harus berada di balik jeruji besi setelah dinyatakan bersalah atas pelatihan untuk kegiatan teroris oleh pengadilan militer Rusia.

Sebelumnya, remaja tersebut merencanakan untuk meledakkan versi virtual dari Gedung FSB, yakni badan intelijen domestik Rusia pengganti KGB di game Minecraft. Uvarov pun divonis lima tahun penjara oleh pengadilan setempat.

BACA: 7 Game Offline Android yang Dapat Dimainkan Tanpa Kuota Internet

The Moscow Times melaporkan bahwa Uvarov dan dua temannya, Bogdan Andreyev dan Denis Mikhailenko, ditangkap pada tahun 2020 karena serangkaian kegiatan yang menurut kesimpulan pemerintah adalah bagian dari plot berbahaya.

Selain berencana meledakkan versi virtual Gedung FSB yang ada di Minecraft , ketiganya juga membagikan brosur yang dimaksudkan untuk menunjukkan dukungan kepada Azat Miftakhov, seorang anarkis Rusia yang ditangkap karena vandalisme pada 2019.

Pihak berwenang setempat mengatakan, mereka juga bereksperimen dengan alat peledak improvisasi, menggunakannya pada bangunan kosong.

BACA JUGA: 20 Prajurit Terracotta Baru Seukuran Manusia Ditemukan di Makam Rahasia Kaisar

Baru-baru ini ketiganya dinyatakan bersalah karena dianggap menjalani pelatihan untuk tujuan melakukan kegiatan teroris, dan dijatuhi hukuman penjara.

Andreyev dan Mikhailenko mengaku bersalah dan kemudian hukuman mereka ditangguhkan. Sementara Uvarov mempertahankan pendiriannya bahwa dia tidak bersalah dan kemudian dikirim ke penjara.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
Berteknologi Canggih,...
Berteknologi Canggih, Kuba Siap Borong Drone Buatan Rusia dan Iran
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya
Drone Satpam Presiden...
Drone Satpam Presiden Rusia yang Bikin Israel Mikir Nggak Berani Macam-macam
WhatsApp, Facebook,...
WhatsApp, Facebook, dan Instagram Diblokir Total di Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Rekomendasi
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Awas Tergelincir Oranje
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Berita Terkini
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Infografis
3 Tujuan Rusia Menempatkan...
3 Tujuan Rusia Menempatkan Pesawat Tempur di Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved