Badai Matahari Susulan Masih Mengancam, Ilmuwan Pantau Cuaca di Luar Angkasa
Kamis, 10 Februari 2022 - 14:53 WIB
loading...
A
A
A
Namun, saat terjadi badai matahari, 40 satelit Starlink berada pada orbit yang lebih rendah, terbang sekitar 210 kilometer di atas Bumi. “Tampaknya satelit itu sedang dalam orbit penyebaran awal, sebelum mencapai ketinggian akhir,” katanya.
![Badai Matahari Susulan Masih Mengancam, Ilmuwan Pantau Cuaca di Luar Angkasa]()
Baca juga; Ini Rekaman Video Detik-Detik Satelit SpaceX Starlink Berguguran Setelah Dihantam Badai Matahari
Badai geomagnetik adalah gangguan magnetik di magnetosfer Bumi yang disebabkan oleh partikel bermuatan energi yang berasal dari matahari atau yang dikenal sebagai badai matahari. Badai ini bisa ringan dan menciptakan aurora yang indah di langit, tetapi juga dapat mengganggu teknologi secara serius.
"Badai geomagnetik adalah proses yang rumit, karena letusannya terjadi di matahari yang berjarak 93 juta mil jauhnya. Ada kalanya kita bisa terkejut ketika melihat lontaran massa korona yang kita pikir akan meleset jauh dari Bumi, tetapi itu mengenai kita," kata Murtagh.

Baca juga; Ini Rekaman Video Detik-Detik Satelit SpaceX Starlink Berguguran Setelah Dihantam Badai Matahari
Badai geomagnetik adalah gangguan magnetik di magnetosfer Bumi yang disebabkan oleh partikel bermuatan energi yang berasal dari matahari atau yang dikenal sebagai badai matahari. Badai ini bisa ringan dan menciptakan aurora yang indah di langit, tetapi juga dapat mengganggu teknologi secara serius.
"Badai geomagnetik adalah proses yang rumit, karena letusannya terjadi di matahari yang berjarak 93 juta mil jauhnya. Ada kalanya kita bisa terkejut ketika melihat lontaran massa korona yang kita pikir akan meleset jauh dari Bumi, tetapi itu mengenai kita," kata Murtagh.
(wib)
Lihat Juga :