Cairan Berbahaya Sianida Diyakini Bisa Bantu Manusia Menemukan Keberadaan Alien
Minggu, 06 Februari 2022 - 11:32 WIB
loading...
A
A
A
Science Focus menyebutkan penelitian-penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa logam tertentu dapat memicu reaksi yang sama di bawah kondisi yang sangat panas dan sangat asam. Dari situ tim Scripps Research memiliki firasat ada senyawa kimia lain mungkin juga dapat melakukannya.
Baca juga : 3 Cara Manjur Lindungi Nomor WhatsApp dari Upaya Peretesan
Mereka juga memahami bahwa sianida sudah ada hadir di atmosfer saat itu. Kemudian mereka memetakan serangkaian reaksi yang berpotensi menggunakan sianida untuk menghasilkan molekul organik yang lebih kompleks dari karbon dioksida dan kemudian mengujinya di laboratorium.
“Kami benar-benar tidak perlu melakukan sesuatu yang istimewa, kami mencampur molekul-molekul ini, menunggu dan reaksi terjadi secara spontan,” ujar Ramanarayanan Krishnamurthy.
Meskipun percobaan memang tidak menawarkan bukti konklusif bahwa sianida terlibat dalam proses ini di awal Bumi, namun menurut mereka temuan itu jadi ide segar dalam upaya mencari asal-usul kehidupan di bumi. "Termasuk juga cara baru untuk mencari kehidupan di planet lain," ungkap Ramanarayanan Krishnamurthy.
Baca juga : 3 Cara Manjur Lindungi Nomor WhatsApp dari Upaya Peretesan
Mereka juga memahami bahwa sianida sudah ada hadir di atmosfer saat itu. Kemudian mereka memetakan serangkaian reaksi yang berpotensi menggunakan sianida untuk menghasilkan molekul organik yang lebih kompleks dari karbon dioksida dan kemudian mengujinya di laboratorium.
“Kami benar-benar tidak perlu melakukan sesuatu yang istimewa, kami mencampur molekul-molekul ini, menunggu dan reaksi terjadi secara spontan,” ujar Ramanarayanan Krishnamurthy.
Meskipun percobaan memang tidak menawarkan bukti konklusif bahwa sianida terlibat dalam proses ini di awal Bumi, namun menurut mereka temuan itu jadi ide segar dalam upaya mencari asal-usul kehidupan di bumi. "Termasuk juga cara baru untuk mencari kehidupan di planet lain," ungkap Ramanarayanan Krishnamurthy.
(wsb)
Lihat Juga :