Cairan Berbahaya Sianida Diyakini Bisa Bantu Manusia Menemukan Keberadaan Alien

Minggu, 06 Februari 2022 - 11:32 WIB
loading...
Cairan Berbahaya Sianida...
Penggunaan cairan sianida tidak hanya bisa menemukan asal-usul terbentuknya bumi tapi juga keberadaan alien di planet lain. Foto/NBC News.
A A A
AMERIKA SERIKAT - Cairan berbahaya sianida diyakini akan mampu bantu manusia menemukan keberadaan alien . Sianida juga diyakini merupakan salah satu substansi pemicu kehidupan organik yang terbentuk di bumi. Hal itu diungkap dalam salah satu penelitian Scripps Research.

Diketahui cairan sianida memang bukan likuid yang asing buat masyarakat. Di Indonesia nama sianida berkali-kali dikaitkan dengan peristiwa pembunuhan yang fenomenal yakni meninggalnya Mirna di sebuah kedai kopi di mall mewah di pusat Jakarta. Saat itu pelaku pembunuhan, Jessica menggunakan sianida dalam melakukan aksi kriminal itu.

Hanya saja sianida tidak selalu berguna untuk tindakan kriminal. Baru-baru ini sekelompok peneliti dari Scripps Research, Amerika Serikat berkonklusi bahwa sianida telah membantu kehidupan berevolusi di bumi pada 4 miliar tahun lalu.

Menurut mereka mencari keberadaan sianida di planet asing diyakini dapat membantu kita menemukan adanya kehidupan. “Ketika kami mencari tanda-tanda kehidupan, kami mendasarkan pencarian pada biokimia yang kami tahu ada dalam kehidupan saat ini. Fakta bahwa reaksi metabolisme yang sama dapat didorong oleh sianida menunjukkan bahwa kehidupan bisa sangat berbeda,” kata peneliti utama studi tersebut dan Profesor Kimia Scripps Research, Dr Ramanarayanan Krishnamurthy.

Baca juga : Rekomendasi Motor 250 CC di Indonesia, Cermati yang Paling Murah

Untuk membuktikan analisa peneliti dari Scripps Research mencoba melakukan serangkaian reaksi kimia. Dalam uji coba itu digabungkan karbon dioksida dan air guna menciptakan senyawa asam trikarbosilat terbalik atau siklus r-TCA. Menurut mereka senyawa itu sangat diperlukan untuk kehidupan.

Siklus itu juga digunakan oleh beberapa bakteri yang saat ini ada di Bumi. Hanya saja saat itu siklus tersebut bergantung pada penggunaan protein kompleks yang belum terbentuk di planet ini selama masa pertumbuhannya 4 miliar tahun yang lalu.

Science Focus menyebutkan penelitian-penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa logam tertentu dapat memicu reaksi yang sama di bawah kondisi yang sangat panas dan sangat asam. Dari situ tim Scripps Research memiliki firasat ada senyawa kimia lain mungkin juga dapat melakukannya.

Baca juga : 3 Cara Manjur Lindungi Nomor WhatsApp dari Upaya Peretesan

Mereka juga memahami bahwa sianida sudah ada hadir di atmosfer saat itu. Kemudian mereka memetakan serangkaian reaksi yang berpotensi menggunakan sianida untuk menghasilkan molekul organik yang lebih kompleks dari karbon dioksida dan kemudian mengujinya di laboratorium.

“Kami benar-benar tidak perlu melakukan sesuatu yang istimewa, kami mencampur molekul-molekul ini, menunggu dan reaksi terjadi secara spontan,” ujar Ramanarayanan Krishnamurthy.

Meskipun percobaan memang tidak menawarkan bukti konklusif bahwa sianida terlibat dalam proses ini di awal Bumi, namun menurut mereka temuan itu jadi ide segar dalam upaya mencari asal-usul kehidupan di bumi. "Termasuk juga cara baru untuk mencari kehidupan di planet lain," ungkap Ramanarayanan Krishnamurthy.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Buka Semua Data Soal UFO dan Alien
Mengungkap Motif di...
Mengungkap Motif di Balik Rilis Dokumen Rahasia UFO oleh AS dan Parlemen Jepang
Jejak Molekuler Aneh...
Jejak Molekuler Aneh Ungkap Petunjuk tentang Kehidupan di Luar Angkasa
Pemerintahan Trump Rilis...
Pemerintahan Trump Rilis Video Asli UFO yang Telah Terverifikasi
Misteri Telur Emas Diduga...
Misteri Telur Emas Diduga Terkait dengan Alien Terungkap
Wapres AS Yakin Alien...
Wapres AS Yakin Alien adalah Iblis, Janji Selidiki UFO
Yakini Alien Itu Nyata,...
Yakini Alien Itu Nyata, Obama Beberkan Rahasia Isi Area 51
Bareskrim Polri Bongkar...
Bareskrim Polri Bongkar Perdagangan Sianida Ilegal Beromzet Puluhan Miliar
Rekomendasi
FIFA Putar Balik Aturan...
FIFA Putar Balik Aturan Aneh usai Insiden Konferensi Pers Hakimi dan Vinicius di Piala Dunia 2026
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Berita Terkini
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved