Kelas IT Menjamur, Inilah Prospek Kerjanya di 2022
Rabu, 02 Februari 2022 - 11:13 WIB
loading...
A
A
A
Ihza juga menjelaskan kalau ITBox bisa diikuti oleh orang-orang yang sama sekali belum memiliki kemampuan dasar IT. Tak hanya itu para profesional yang sudah bekerja pun bisa mengambil kelas di IT Box sebagai refreshment. Apalagi pada kelas online yang ITBox, ada forum diskusi untuk para peserta berkonsultasi, jika merasa kesulitan.
“Utamanya adalah mahasiswa atau anak SMA. Terus para profesional juga bisa. Nah, biasanya untuk profesional ini terbagi menjadi dua tipe lagi,” kata Ihza saat dihubungi via sambungan telepon.
Ia menambahkan “Pertama memang ada yang sudah bekerja di bidang IT, mungkin mereka mau upgrade skill atau sekadar refreshment. Yang kedua para profesional di bidang non-IT. Karena mungkin ada beberapa orang yang merasa bahwa suatu saat nanti pekerjaan yang ia tekuni bisa tergantikan. Nah, mereka bisa mempersiapkan skill-nya (di bidang IT) dari sekarang,”
Diluncurkan pada 12 Desember 2021, ITBox memang terbilang masih baru. Namun begitu, Ihza menjelaskan bahwa para coach atau pengajar di ITBox adalah praktisi di beberapa perusahaan besar.
Ihza menjelaskan bahwa saat ini kebutuhan akan skill teknologi, dalam hal ini IT, makin tinggi. Namun kelas-kelas IT seperti bootcamp misalnya, masih terlalu terkonsentrasi di Jakarta. Padahal banyak juga masyarakat di luar wilayah Jakarta dan sekitarnya yang ingin mempelajari atau meningkatkan skill teknologi mereka.
“Untuk saat ini belajar coding dan bahkan perusahaan teknologi masih terpusat di Jakarta. ITBox coba menghadirkan inklusifitas untuk masyarakat, terutama di luar Jakarta. Jadi mereka punya akses yang sama untuk belajar skill teknologi ini. Karena saat ini bootcamp yang cukup bagus kebanyakan masih (diselenggarakan) di Jakarta,” katanya.
Tak hanya menyajikan kelas IT secara online, ITBox juga memberikan sertifikat yang kredibel, karena bisa digunakan untuk melamar pekerjaan di kemudian hari. “Mereka dapat tech support (forum diskusi) dengan para praktisi dan coach, dan juga sertifikat kelulusan,” jelas Ihza.
“Utamanya adalah mahasiswa atau anak SMA. Terus para profesional juga bisa. Nah, biasanya untuk profesional ini terbagi menjadi dua tipe lagi,” kata Ihza saat dihubungi via sambungan telepon.
Ia menambahkan “Pertama memang ada yang sudah bekerja di bidang IT, mungkin mereka mau upgrade skill atau sekadar refreshment. Yang kedua para profesional di bidang non-IT. Karena mungkin ada beberapa orang yang merasa bahwa suatu saat nanti pekerjaan yang ia tekuni bisa tergantikan. Nah, mereka bisa mempersiapkan skill-nya (di bidang IT) dari sekarang,”
Diluncurkan pada 12 Desember 2021, ITBox memang terbilang masih baru. Namun begitu, Ihza menjelaskan bahwa para coach atau pengajar di ITBox adalah praktisi di beberapa perusahaan besar.
Ihza menjelaskan bahwa saat ini kebutuhan akan skill teknologi, dalam hal ini IT, makin tinggi. Namun kelas-kelas IT seperti bootcamp misalnya, masih terlalu terkonsentrasi di Jakarta. Padahal banyak juga masyarakat di luar wilayah Jakarta dan sekitarnya yang ingin mempelajari atau meningkatkan skill teknologi mereka.
“Untuk saat ini belajar coding dan bahkan perusahaan teknologi masih terpusat di Jakarta. ITBox coba menghadirkan inklusifitas untuk masyarakat, terutama di luar Jakarta. Jadi mereka punya akses yang sama untuk belajar skill teknologi ini. Karena saat ini bootcamp yang cukup bagus kebanyakan masih (diselenggarakan) di Jakarta,” katanya.
Tak hanya menyajikan kelas IT secara online, ITBox juga memberikan sertifikat yang kredibel, karena bisa digunakan untuk melamar pekerjaan di kemudian hari. “Mereka dapat tech support (forum diskusi) dengan para praktisi dan coach, dan juga sertifikat kelulusan,” jelas Ihza.
Lihat Juga :