SpaceX Bakal Luncurkan Satelit Mata-mata Rahasia dari California

Rabu, 02 Februari 2022 - 10:55 WIB
loading...
SpaceX Bakal Luncurkan...
Roket SpaceX Falcon 9 kembali meluncurkan satelit mata-mata rahasia setinggi 70 meter milik National Reconnaissance Office. Foto/spaceflightnow
A A A
FLORIDA - Roket SpaceX Falcon 9 kembali meluncurkan satelit mata-mata rahasia setinggi 70 meter milik National Reconnaissance Office. Peluncuran dilaksanakan dari Space Launch Complex 4-East di Vandenberg Space Force Base, Central Coast California, Amerika Serkat (AS), pada Rabu 2 Februari 2022 pukul 12.18 malam waktu setempat.

Peluncuran menggunakan booster baru yang akan mendarat kembali di dekat lokasi peluncuran untuk digunakan kembali pada misi keamanan nasional lainnya, menandai peluncuran kelima SpaceX tahun ini. Misi untuk badan satelit mata-mata pemerintah AS akan bertujuan menempatkan ke orbit kutub utara-selatan sekitar 318 mil (512 kilometer) di atas Bumi.

Namun, hanya ada sedikit informasi yang diketahui publik tentang pesawat ruang angkasa yang akan mengendarai roket Falcon 9 SpaceX ke orbit dari Vandenberg. “Sayangnya, saya tidak dapat memberikan rincian apa pun (secara publik),” kata Kolonel Chad Davis, Direktur Kantor Peluncuran Luar Angkasa NRO dikutip SINDOnews dari laman spaceflightnow, Rabu (2/2/2022).

Baca juga; Setelah 4 Kali Ditunda, SpaceX Falcon 9 Sukses Luncurkan Satelit Cuaca Milik Italia

NRO mengelola armada satelit intelijen untuk menangkap citra optik dan radar super tajam di seluruh dunia. Badan tersebut juga memiliki pesawat ruang angkasa yang melacak penempatan angkatan laut asing, menguping komunikasi oleh musuh, dan menyampaikan gambar pengawasan antara satelit mata-mata dan analis intelijen di lapangan.

Misi yang akan diluncurkan minggu ini diberi nama kode NROL-87. Ini adalah misi SpaceX ketiga untuk NRO. Dan, ini merupakan misi NRO pertama yang dipesan dengan SpaceX melalui program Peluncuran Luar Angkasa Keamanan Nasional Angkatan Luar Angkasa AS. Layanan peluncuran ini untuk satelit militer yang paling mahal dan paling penting.

NRO memesan dua misi sebelumnya pada roket Falcon 9 yang diluncurkan dari Florida pada 2017 dan 2020 melalui pengaturan kontrak komersial berbiaya lebih rendah dan menghindari pengawasan ketat dari militer. Misi NROL-87 kembali ke formula yang ditetapkan untuk berbagai misi NRO yang telah terbang dengan roket United Launch Alliance Atlas dan Delta.
SpaceX Bakal Luncurkan Satelit Mata-mata Rahasia dari California


Tapi ada perbedaan utama dengan peluncuran Falcon 9 dari California minggu ini. Tidak seperti roket Atlas dan Delta sekali pakai yang dapat dibuang, Falcon 9 ditenagai oleh booster tahap pertama yang dapat digunakan kembali.

Baca juga; Bawa 2.267 Kilogram Kargo Hasil Penelitian, SpaceX Dragon Mendarat Mulus di Pantai Florida

Tahap pertama Falcon 9 akan kembali ke Zona Pendaratan 4 Vandenberg, yang terletak tepat di sebelah barat landasan peluncuran SpaceX, untuk pendaratan vertikal sekitar delapan menit setelah lepas landas. Penduduk setempat akan mendengar ledakan sonik ganda saat roket hampir 16 lantai itu kembali untuk mendarat.

Kemudian roket tahap kedua Falcon 9 akan menggerakkan muatan NROL-87 ke orbit. Selubung muatan peluncur akan dibuang beberapa menit ke dalam misi, dan tim pemulihan SpaceX di Samudera Pasifik akan mengambil bagian fairing dari laut setelah mereka turun di menggunakan parasut.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rugi Rp85 Triliun, Mengapa...
Rugi Rp85 Triliun, Mengapa Valuasi SpaceX Malah Meroket Tembus Rp29.750 Triliun?
Perusahaan Teknologi...
Perusahaan Teknologi Jadi Sasaran Rudal Iran, AS Minta Citra Satelit Dimatikan
China Kembangkan Sistem...
China Kembangkan Sistem Penggerak Gelombang Mikro yang Mampu Matikan Satelit
Megamerger Rp20.875...
Megamerger Rp20.875 Triliun: Elon Musk Satukan SpaceX dan xAI demi Kuasai Komputasi Langit!
Satelit Terbesar di...
Satelit Terbesar di Dunia Diluncurkan, Sinyal 5G Dipantulkan dari Luar Angkasa
Perang Bintang Jilid...
Perang Bintang Jilid II: China dan AS Berlomba Rakit Superkomputer AI di Orbit Bumi Demi Hemat Energi
Satelit N5 Sasar Daerah...
Satelit N5 Sasar Daerah Terpencil dan Terluar
Teknologi Satelit Jadi...
Teknologi Satelit Jadi Solusi Konektivitas Digital di Kawasan Timur Indonesia
Mantan Kabaranahan Sangkal...
Mantan Kabaranahan Sangkal Rugikan Keuangan Negara Rp306 Miliar di Kasus Pengadaan Satelit
Rekomendasi
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved