China Kembangkan Satelit yang Mampu Menarik Satelit Lain ke Luar Orbit, Ini Cara yang Dipakai
Senin, 31 Januari 2022 - 10:52 WIB
loading...
CHINA mengembangkan satelit yang mampu menarik satelit lain keluar dari orbitnya dan memindahkan ke orbit lain. Foto/The War Zone
A
A
A
CHINA mengembangkan satelit yang mampu menarik satelit lain keluar dari orbitnya dan memindahkan ke orbit lain. Kemampuan China mengembangkan satelit yang mampu memeriksa, memanipulasi, atau merelokasi satelit lain, membuat kekhawatiran negara lain.
Pada 22 Januari 2022, satelit Shijian-21 milik China atau SJ-21, menghilang dari posisi regulernya di orbit pada siang hari dari pengamatan teleskop optik. Satelit SJ-21 kemudian diamati melakukan "manuver besar" untuk membawanya dekat dengan satelit lain, satelit Sistem Navigasi BeiDou yang mati.
Satelit SJ-21 kemudian menarik satelit mati itu keluar dari orbit geosinkron dan menempatkannya beberapa ratus mil jauhnya di tempat yang dikenal sebagai orbit kuburan (orbit drift super-graveyard). Orbit jauh ini ditujukan untuk satelit yang tidak berfungsi di akhir masa pakainya dan dimaksudkan untuk mengurangi risiko tabrakan dengan objek yang masih beroperasi.
Manuver yang tidak biasa diamati oleh teleskop milik perusahaan kesadaran ruang komersial Exoanalytic Solutions. Selama webinar yang diselenggarakan oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) minggu ini, Brien Flewelling dari Exoanalytic Solutions mengatakan bahwa satelit SJ-21 tampaknya berfungsi sebagai penarik objek ruang angkasa. Laman Breaking Defense.melaporkan Komando Luar Angkasa Amerika Serikat (AS) tidak menanggapi komentar atas manuver itu.
Baca juga; China Meluncurkan Dua Satelit Militer Rahasia
Pada 22 Januari 2022, satelit Shijian-21 milik China atau SJ-21, menghilang dari posisi regulernya di orbit pada siang hari dari pengamatan teleskop optik. Satelit SJ-21 kemudian diamati melakukan "manuver besar" untuk membawanya dekat dengan satelit lain, satelit Sistem Navigasi BeiDou yang mati.
Satelit SJ-21 kemudian menarik satelit mati itu keluar dari orbit geosinkron dan menempatkannya beberapa ratus mil jauhnya di tempat yang dikenal sebagai orbit kuburan (orbit drift super-graveyard). Orbit jauh ini ditujukan untuk satelit yang tidak berfungsi di akhir masa pakainya dan dimaksudkan untuk mengurangi risiko tabrakan dengan objek yang masih beroperasi.
Manuver yang tidak biasa diamati oleh teleskop milik perusahaan kesadaran ruang komersial Exoanalytic Solutions. Selama webinar yang diselenggarakan oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) minggu ini, Brien Flewelling dari Exoanalytic Solutions mengatakan bahwa satelit SJ-21 tampaknya berfungsi sebagai penarik objek ruang angkasa. Laman Breaking Defense.melaporkan Komando Luar Angkasa Amerika Serikat (AS) tidak menanggapi komentar atas manuver itu.
Baca juga; China Meluncurkan Dua Satelit Militer Rahasia
Lihat Juga :