Gawat! Teori Lama Prediksi Masa Depan Dunia: Terjadi Keruntuhan Masyarakat di 2040

Jum'at, 28 Januari 2022 - 10:14 WIB
loading...
A A A
Baca juga; Astronom Ini Ingatkan Potensi Perubahan Alam yang Bisa Picu Kiamat

Sedangkan kemampuan teknologi untuk meningkatkan sumber daya hanya tumbuh secara linier. Ini memicu perdebatan para ilmuwan tentang studi Limits to Growth (LTG). Makanya, sejak penelitian ini pertama kali dipresentasikan pada pertemuan internasional di Moskow dan Rio de Janeiro pada musim panas 1971 atas dukungan Club of Rome, mendapat banyak reaksi.
Gawat! Teori Lama Prediksi Masa Depan Dunia: Terjadi Keruntuhan Masyarakat di 2040


Namun, popularitas The Limits to Growth tidak surut. Sejak diterbitkan menjadi buku sudah terjual lebih dari 30 juta eksemplar. Buku itu diterbitkan hanya empat tahun setelah Bom Populasi Paul Ehrlich yang memperingatkan sebelumnya akan keruntuhan populasi yang akan segera terjadi. Dengan analisis penawaran MIT dan prediksi sarat malapetaka lainnya, keduanya membantu mendorong gerakan lingkungan di era tersebut, dari Greenpeace hingga Earth First!.

Kekinian, menurut pengakuan Herrington, dia marasa penasaran tentang akurasi data sehingga menganalisi ulang studi tahun 1970-an itu. Hasilnya, menurut perempuan yang memiliki gelar ekonometrika dari University of Amsterdam dan master dalam keberlanjutan dari Harvard, pertumbuhan ekonomi dapat berakhir pada akhir dekade ini dan keruntuhan terjadi sekitar 10 tahun kemudian (dalam skenario kasus terburuk).

“Temuan kunci penelitian saya adalah, kita masih memiliki pilihan agar skenario tidak berakhir dengan kehancuran. (Caranya) Dengan inovasi dalam bisnis, bersama dengan perkembangan baru oleh pemerintah dan masyarakat sipil, dan terus memperbarui model simulasi untuk menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan,” ujar Herrington.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Buka Semua Data Soal UFO dan Alien
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Rekomendasi
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Ashanty Curhat Soal...
Ashanty Curhat Soal Hijrah, Akui Sempat Tergoda Lepas Hijab
Heboh! Sejumlah Artis...
Heboh! Sejumlah Artis Tagih Honor Miliaran Rupiah ke TV Swasta
Berita Terkini
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved