Gawat! Teori Lama Prediksi Masa Depan Dunia: Terjadi Keruntuhan Masyarakat di 2040

Jum'at, 28 Januari 2022 - 10:14 WIB
loading...
Gawat! Teori Lama Prediksi...
Berbagai berita tentang prediksi keruntuhan (tatanan kehidupan) masyarakat pada Abad ke-21 yang bakal terjadi pada tahun 2040 sedang ramai diperbincangkan. Foto/ecowatch
A A A
NEW YORK - BERBAGAI berita tentang prediksi keruntuhan ( tatanan kehidupan ) masyarakat pada Abad ke-21 yang bakal terjadi pada tahun 2040 sedang ramai diperbincangkan. Skenario itu dilantangkan kembali oleh Gaya Herrington, dari firma akuntansi multinasional KPMG, dengan memakai studi The Limits to Growth (LTG) tahun 1972 hasil simulasi komputer World3.

Gaya Herrington (40), dalam laman The Guardian yang dipublish pada 25 Juli 2021, mengungkapkan skenario terburuk pertumbuhan ekonomi yang terhenti pada akhir dekade ini dan runtuh sekitar sepuluh tahun kemudian. Perempuan asal Belanda yang menjabat Director Sustainability Services KPMG dan penasihat Club of Rome, memperkirakan keruntuhan bisa terjadi sekitar tahun 2040.

“Dari perspektif penelitian, saya merasa pemeriksaan terhadap data model berusia puluhan tahun sebagai pengamatan empiris akan menjadi latihan yang menarik. Para ilmuwan MIT mengatakan kami perlu bertindak sekarang untuk mencapai transisi yang mulus dan menghindari (kerugian) biaya,” kata Herrington kepada The Guardian.

Baca juga; Biasakan Membaca Alhamdulillah, Rasakan 10 Efek Dahsyatnya dalam Kehidupan

Gaya Herrington mengaku skenario keruntuhan masyarakat pada tahun 2040 laporan studi The Limits to Growth (LTG) tahun 1972. Laporan itu berisi tentang pertumbuhan ekonomi dan populasi eksponensial dengan persediaan sumber daya yang terbatas, dipelajari dengan simulasi komputer.

Studi Limits to Growth (LTG) ini menggunakan model komputer World3 untuk mensimulasikan konsekuensi interaksi antara bumi dan sistem manusia. Model ini didasarkan pada karya Jay Forrester dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), seperti yang dijelaskan dalam bukunya World Dynamics.

Model komputer World3 didasarkan pada lima variabel, yaitu populasi, produksi pangan, industrialisasi, polusi, dan konsumsi sumber daya alam tak terbarukan. Pada saat penelitian, semua variabel tersebut meningkat dan diasumsikan terus tumbuh secara eksponensial.

Baca juga; Astronom Ini Ingatkan Potensi Perubahan Alam yang Bisa Picu Kiamat

Sedangkan kemampuan teknologi untuk meningkatkan sumber daya hanya tumbuh secara linier. Ini memicu perdebatan para ilmuwan tentang studi Limits to Growth (LTG). Makanya, sejak penelitian ini pertama kali dipresentasikan pada pertemuan internasional di Moskow dan Rio de Janeiro pada musim panas 1971 atas dukungan Club of Rome, mendapat banyak reaksi.
Gawat! Teori Lama Prediksi Masa Depan Dunia: Terjadi Keruntuhan Masyarakat di 2040


Namun, popularitas The Limits to Growth tidak surut. Sejak diterbitkan menjadi buku sudah terjual lebih dari 30 juta eksemplar. Buku itu diterbitkan hanya empat tahun setelah Bom Populasi Paul Ehrlich yang memperingatkan sebelumnya akan keruntuhan populasi yang akan segera terjadi. Dengan analisis penawaran MIT dan prediksi sarat malapetaka lainnya, keduanya membantu mendorong gerakan lingkungan di era tersebut, dari Greenpeace hingga Earth First!.

Kekinian, menurut pengakuan Herrington, dia marasa penasaran tentang akurasi data sehingga menganalisi ulang studi tahun 1970-an itu. Hasilnya, menurut perempuan yang memiliki gelar ekonometrika dari University of Amsterdam dan master dalam keberlanjutan dari Harvard, pertumbuhan ekonomi dapat berakhir pada akhir dekade ini dan keruntuhan terjadi sekitar 10 tahun kemudian (dalam skenario kasus terburuk).

“Temuan kunci penelitian saya adalah, kita masih memiliki pilihan agar skenario tidak berakhir dengan kehancuran. (Caranya) Dengan inovasi dalam bisnis, bersama dengan perkembangan baru oleh pemerintah dan masyarakat sipil, dan terus memperbarui model simulasi untuk menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan,” ujar Herrington.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Buka Semua Data Soal UFO dan Alien
Alasan AS Hidupkan Kembali...
Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Rekomendasi
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Berita Terkini
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved