Peneliti Patahkan Teori Pembunuhan Raja Tutankhamum, Ini Fakta Terbarunya
Selasa, 11 Januari 2022 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
Mengingat bahwa tidak ada antibiotik pada 3.000 tahun yang lalu, sangat mungkin bahwa infeksi parah terjadi. "Mungkin infeksi itu yang membunuhnya," katanya.
BACA JUGA: Gara-gara Cookie, Google dan Facebook Kena Denda Rp3,4 Triliun di Prancis
Sementara itu, tim arkeolog Jerman berpendapat Raja Tut meninggal karena penyakit kelainan darah yang disebut sickle-cell disease (SCD).
Christian Timmann dan Christian Meyer menunjukkan bahwa SCD adalah penyebab paling umum dari kerusakan tulang seperti Raja Tut.
Orang dengan SCD masih dapat membawa parasit malaria dalam darahnya, meskipun kekebalannya meningkat karena adanya gen sel sabit. Ini akan menjelaskan mengapa mereka mendeteksi gen parasit malaria di mumi Raja Tut.
BACA JUGA: Gara-gara Cookie, Google dan Facebook Kena Denda Rp3,4 Triliun di Prancis
Sementara itu, tim arkeolog Jerman berpendapat Raja Tut meninggal karena penyakit kelainan darah yang disebut sickle-cell disease (SCD).
Christian Timmann dan Christian Meyer menunjukkan bahwa SCD adalah penyebab paling umum dari kerusakan tulang seperti Raja Tut.
Orang dengan SCD masih dapat membawa parasit malaria dalam darahnya, meskipun kekebalannya meningkat karena adanya gen sel sabit. Ini akan menjelaskan mengapa mereka mendeteksi gen parasit malaria di mumi Raja Tut.
(ysw)
Lihat Juga :