Peneliti Patahkan Teori Pembunuhan Raja Tutankhamum, Ini Fakta Terbarunya
Selasa, 11 Januari 2022 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
Ahli radiologi Ashraf Selim mengatakan kepada National Geographic, beberapa bagian tulang Raja Tut yang lepas disebabkan upaya pertama peneliti ketika berusaha melepaskan topeng emas yang dipakai mumi tersebut. "Kematian ini bukan karena dibunuh, saya pikir ini adalah akhir teori pembunuhan," katanya.
BACA JUGA: Buat Kaum Low Budget, Ini MPV Premium dengan Harga Rp300 Jutaan
Tim peneliti kini beralih ke kaki kiri Raja Tut yang menunjukkan bahwa patah tulang paha mungkin memainkan peran penting dalam kematiannya. Lapisan tipis resin pembalseman dapat dilihat pada CT scan di sekitar area fraktur.
Kini peneliti berspekulasi bahwa beberapa gangguan melemahnya kondisi Raja Tut karena faktor patah kaki dan infeksi parah sehingga menyebabkan kematian.
![Peneliti Patahkan Teori Pembunuhan Raja Tutankhamum, Ini Fakta Terbarunya]()
“Resin mengalir melalui luka dan bersentuhan langsung dengan fraktur dan menjadi padat, sesuatu yang tidak kami lihat di area lain. Kami juga tidak dapat menemukan tanda-tanda penyembuhan tulang,” katanya.
BACA JUGA: Buat Kaum Low Budget, Ini MPV Premium dengan Harga Rp300 Jutaan
Tim peneliti kini beralih ke kaki kiri Raja Tut yang menunjukkan bahwa patah tulang paha mungkin memainkan peran penting dalam kematiannya. Lapisan tipis resin pembalseman dapat dilihat pada CT scan di sekitar area fraktur.
Kini peneliti berspekulasi bahwa beberapa gangguan melemahnya kondisi Raja Tut karena faktor patah kaki dan infeksi parah sehingga menyebabkan kematian.

“Resin mengalir melalui luka dan bersentuhan langsung dengan fraktur dan menjadi padat, sesuatu yang tidak kami lihat di area lain. Kami juga tidak dapat menemukan tanda-tanda penyembuhan tulang,” katanya.
Lihat Juga :