Tsunami Paling Sering Terjadi di Samudra Pasifik, Ini Penyebabnya
Senin, 10 Januari 2022 - 15:56 WIB
loading...
Tsunami adalah bencana yang dapat terjadi di semua lautan di dunia, pada laut pedalaman dan perairan luas. Setiap wilayah di dunia memiliki siklus frekuensi dan polanya sendiri. Foto/latimes
A
A
A
TSUNAMI adalah bencana yang dapat terjadi di semua lautan di dunia, pada laut pedalaman dan perairan luas. Setiap wilayah di dunia memiliki siklus frekuensi dan polanya sendiri dalam menghasilkan tsunami yang ukurannya kecil hingga besar dan sangat merusak.
Dikutip SINDOnews dari laman itic.ioc-unesco.org, Senin (10/1/2022), sebagian besar tsunami terjadi di Samudra Pasifik dan laut sekitarnya. Banyak tsunami juga terjadi di laut yang berbatasan dengan Samudra Pasifik.
Kondisi ini terjadi karena Samudra Pasifik mencakup lebih dari sepertiga permukaan bumi dan dikelilingi oleh serangkaian rantai pegunungan berapidan busur pulau yang disebut "cincin api" serta parit laut dalam. Lokasi ini merupakan tempat gempa bumi kerap terjadi,seperti di lepas pantai Kamchatka, Jepang, Kepulauan Kuril, Alaska, dan Amerika Selatan. (Baca juga; PBB Cemas, Ahli Pastikan Gempa Bumi Bukan Pemicu Utama Mega Tsunami )
Tsunami dihasilkan oleh gempa bumi dangkal di seluruh wilayah perairan Pasifik, tetapi gempa bumi di Pasifik tropis cenderung berukuran sedang. Meskipun tsunami jenis ini dapat menghancurkan lokasi yang jaraknya dekat, namun energi tsunami meluruh dengan cepat dalam jarak yang jauh. Dalam jarak beberapa ratus kilometer dari sumber tsunami, biasanya tidak menimbulkan kerusakan.
Sebaliknya, tsunami yang ditimbulkan oleh gempa bumi besar di Pasifik Utara atau di sepanjang pantai Pasifik Amerika Selatan, dampaknya lebih hebat. Keterangan dari laman International Tsunami Information Center (ITIC), tsunami ini bisa terjadi rata-rata sekitar setengah lusin setiap abad.
Dikutip SINDOnews dari laman itic.ioc-unesco.org, Senin (10/1/2022), sebagian besar tsunami terjadi di Samudra Pasifik dan laut sekitarnya. Banyak tsunami juga terjadi di laut yang berbatasan dengan Samudra Pasifik.
Kondisi ini terjadi karena Samudra Pasifik mencakup lebih dari sepertiga permukaan bumi dan dikelilingi oleh serangkaian rantai pegunungan berapidan busur pulau yang disebut "cincin api" serta parit laut dalam. Lokasi ini merupakan tempat gempa bumi kerap terjadi,seperti di lepas pantai Kamchatka, Jepang, Kepulauan Kuril, Alaska, dan Amerika Selatan. (Baca juga; PBB Cemas, Ahli Pastikan Gempa Bumi Bukan Pemicu Utama Mega Tsunami )
Tsunami dihasilkan oleh gempa bumi dangkal di seluruh wilayah perairan Pasifik, tetapi gempa bumi di Pasifik tropis cenderung berukuran sedang. Meskipun tsunami jenis ini dapat menghancurkan lokasi yang jaraknya dekat, namun energi tsunami meluruh dengan cepat dalam jarak yang jauh. Dalam jarak beberapa ratus kilometer dari sumber tsunami, biasanya tidak menimbulkan kerusakan.
Sebaliknya, tsunami yang ditimbulkan oleh gempa bumi besar di Pasifik Utara atau di sepanjang pantai Pasifik Amerika Selatan, dampaknya lebih hebat. Keterangan dari laman International Tsunami Information Center (ITIC), tsunami ini bisa terjadi rata-rata sekitar setengah lusin setiap abad.
Lihat Juga :