Peristiwa Penting Tahun 2021 Bagi OIB Saat Melewati Kepungan Covid-19
Kamis, 06 Januari 2022 - 14:12 WIB
loading...
Penggunaan teknologi digital pada segala bidang di Indonesia untuk menuju Go-digital. FOTO Ilustrasi/ Forbes
A
A
A
JAKARTA - Broker muda dan berlisensi di Indonesia, Octa Investama Berjangka (OIB), merayakan hari jadinya yang pertama di tahun 2021 . Sebuah tahun yang penuh dengan perkembangan menarik dan tantangan dramatis.
Ini adalah kilas balik di tahun kedua kalender bisnis perusahaan fintech yang memiliki kapasitas dengan performa yang menjanjikan. Tapi pertama-tama, mari kita lihat apa yang kira-kira terjadi di sektor keuangan Indonesia selama setahun terakhir ini.
BACA JUGA - Saling Tantang Lewat Pesan WhatsApp, Pria di Tomohon Ditebas Parang
Total pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) selama tahun 2021 adalah 4,22%, yang terutama merupakan hasil dari kontribusi di kuartal kedua dan ketiga. Kuartal keempat diperkirakan tren positif ini akan semakin meningkat.
Tingkat inflasi tahunan naik ke level tertinggi di 1,75% pada November 2021. Sebagai perbandingan, inflasi melambung pada tingkat 1,66% pada bulan sebelumnya, di tengah pelonggaran pembatasan COVID-19.
Bank sentral kemudian menurunkan suku bunganya sebesar 0,25% (dari 3,75% menjadi 3,5%). Seperti umumnya yang biasa terjadi di negara-negara lain, ini dilakukan dengan maksud untuk meringankan beban kerja yang meningkat akibat pandemi terhadap sektor perekonomian.
Rupiah (IDR) kehilangan 2,81% dari nilainya terhadap dolar AS selama tahun 2021 (Rp13.875 pada 1 Januari menjadi Rp14.265 pada 31 Desember).
Ini adalah kilas balik di tahun kedua kalender bisnis perusahaan fintech yang memiliki kapasitas dengan performa yang menjanjikan. Tapi pertama-tama, mari kita lihat apa yang kira-kira terjadi di sektor keuangan Indonesia selama setahun terakhir ini.
BACA JUGA - Saling Tantang Lewat Pesan WhatsApp, Pria di Tomohon Ditebas Parang
Total pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) selama tahun 2021 adalah 4,22%, yang terutama merupakan hasil dari kontribusi di kuartal kedua dan ketiga. Kuartal keempat diperkirakan tren positif ini akan semakin meningkat.
Tingkat inflasi tahunan naik ke level tertinggi di 1,75% pada November 2021. Sebagai perbandingan, inflasi melambung pada tingkat 1,66% pada bulan sebelumnya, di tengah pelonggaran pembatasan COVID-19.
Bank sentral kemudian menurunkan suku bunganya sebesar 0,25% (dari 3,75% menjadi 3,5%). Seperti umumnya yang biasa terjadi di negara-negara lain, ini dilakukan dengan maksud untuk meringankan beban kerja yang meningkat akibat pandemi terhadap sektor perekonomian.
Rupiah (IDR) kehilangan 2,81% dari nilainya terhadap dolar AS selama tahun 2021 (Rp13.875 pada 1 Januari menjadi Rp14.265 pada 31 Desember).
Lihat Juga :