India Selidiki Apple Atas Dugaan Pelanggaran UU Antimonopoli

Senin, 03 Januari 2022 - 14:03 WIB
loading...
India Selidiki Apple...
CCI memerintahkan penyelidikan terhadap praktik bisnis Apple Inc di negara tersebut yang diduga melanggar undang-undang antimonopoli di India. Foto/Reuters
A A A
NEW DELHI - Pengawas persaingan usaha India (CCI) memerintahkan penyelidikan terhadap praktik bisnis Apple Inc di negara tersebut yang diduga melanggar undang-undang antimonopoli di India.

Dikutip dai Reuters, Senin (3/1/2021), perintah penyelidikan dari CCI datang setelah sebuah kelompok nirlaba menuduh Apple telah menyalahgunakan posisi dominannya di pasar aplikasi. Apple diketahui mewajibkan pengembang aplikasi untuk menggunakan sistem pembayaran miliknya.

BACA: Apple Bajak Petinggi Meta untuk Membuat Headset AR

Kelompok nirlaba ini berpendapat bahwa pengenaan biaya dalam aplikasi sebesar 30% oleh Apple untuk distribusi konten digital berbayar dan pembatasan lainnya merugikan persaingan.



Ini dinilai memberatkan pengembang aplikasi karena harus menaikkan biaya kepada pengguna. Aturan ini juga dinilai sebagai penghalang pasar bebas.

CCI mengatakan pembatasan Apple secara prima facie mengakibatkan penolakan akses pasar bagi pengembang dan distributor aplikasi potensial. "Komisi pada tahap ini yakin bahwa kasus prima facie terhadap Apple yang patut diselidiki," katanya.

Apple sendiri membantah tuduhan CCI dan meminta regulator untuk membuang kasus ini. Apple juga menekankan bahwa pangsa pasarnya di India tidak signifikan, hanya sekitar 5%.

BACA JUGA: Kristal Urin dan Puing Luar Angkasa Jadi Ancaman Bumi Dalam 50 Tahun

Namun CCI mengatakan kalau tanggapan Apple yang menyinggung tentang pangsa pasarnya dinilai salah arah. Karena tuduhan yang dilayangkan mengenai pembatasan anti-persaingan pada pengembang aplikasi dan bukan pengguna akhir (pangsa pasar).

CCI memerintahkan unit investigasinya untuk menyelesaikan penyelidikannya dan menyerahkan laporan dalam waktu 60 hari setelah perintah. Biasanya penyelidikan seperti itu berlangsung selama beberapa bulan.

Tuduhan yang diajukan CCI ini mirip dengan kasus yang dihadapi Apple di Uni Eropa, di mana regulator tahun lalu memulai penyelidikan terhadap raksasa teknologi AS.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bocoran Spesifikasi...
Bocoran Spesifikasi dan Harga iPhone 18 Series serta iPhone Ultra Foldable 2026
Teknologi Baru yang...
Teknologi Baru yang Akan Ada di iPhone 18 Pro Bocor
Era Baru Apple Dimulai:...
Era Baru Apple Dimulai: Ternus Masuk, Saham Meroket Capai Rp67.000 Triliun
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Akhir Era Tim Cook:...
Akhir Era Tim Cook: Mengenang CEO yang Tak Pernah Jadi Steve Jobs, Namun Membuat Investor Kaya Raya
Apple Ancam Siap Hapus...
Apple Ancam Siap Hapus Grok Milik Elon Musk dari App Store
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Rekomendasi
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Hasil Australia Open...
Hasil Australia Open 2026: Alwi Farhan ke 16 Besar, Anthony Ginting Tersingkir
Berita Terkini
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Infografis
10 Miliarder India di...
10 Miliarder India di 2025, Paling Tajir Berharta Rp1.497 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved