Biar Nggak Bisa Disogok, China Hadirkan Jaksa Berteknologi AI
Kamis, 30 Desember 2021 - 10:04 WIB
loading...
Teknologi kecerdasan buatan bakal melekat di kejaksaan di China. FOTO/ IST
A
A
A
BEIJING - Banyaknya kecurangan dalam proses hukum seperti menyogok, membuat China menciptakan jaksa dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Teknologi Jaksa ini dapat menuntut setiap pelaku kejahatan kriminal dengan akurasi lebih dari 97 persen.
BACA JUGA - ASKfm Luncurkan Mesin Kecerdasan Buatan Sendiri, Pertanyaan Bisa Dijawab Orang yang Tepat
Seperti dilansir dari South China Morning Post, mesin dapat mendeteksi 'perbedaan pendapat' terhadap kebijakan negara dan merekomendasikan hukuman yang sesuai untuk tersangka yang terlibat.
Perkembangan mesin tersebut telah menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak, termasuk para jaksa manusia yang khawatir siapa yang akan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang dibuat oleh mesin tersebut.
Mesin tersebut dapat mengajukan tuntutan berdasarkan penjelasan lisan dari sebuah kasus dan dibuat oleh Kejaksaan Rakyat Pudong Shanghai, kantor kejaksaan terbesar dan tersibuk di China.
Teknologi AI pada mesin dapat mengurangi beban kerja jaksa dan memungkinkan mereka untuk fokus pada kasus yang lebih kompleks, menurut pemimpin proyek, Prof. Shi Yong |
Teknologi Jaksa ini dapat menuntut setiap pelaku kejahatan kriminal dengan akurasi lebih dari 97 persen.
BACA JUGA - ASKfm Luncurkan Mesin Kecerdasan Buatan Sendiri, Pertanyaan Bisa Dijawab Orang yang Tepat
Seperti dilansir dari South China Morning Post, mesin dapat mendeteksi 'perbedaan pendapat' terhadap kebijakan negara dan merekomendasikan hukuman yang sesuai untuk tersangka yang terlibat.
Perkembangan mesin tersebut telah menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak, termasuk para jaksa manusia yang khawatir siapa yang akan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang dibuat oleh mesin tersebut.
Mesin tersebut dapat mengajukan tuntutan berdasarkan penjelasan lisan dari sebuah kasus dan dibuat oleh Kejaksaan Rakyat Pudong Shanghai, kantor kejaksaan terbesar dan tersibuk di China.
Teknologi AI pada mesin dapat mengurangi beban kerja jaksa dan memungkinkan mereka untuk fokus pada kasus yang lebih kompleks, menurut pemimpin proyek, Prof. Shi Yong |
Lihat Juga :