Laut Kaspia Mengering, Akibat Perubahan Iklim Ekstrem dan Siklus Alam yang Normal
Rabu, 29 Desember 2021 - 12:58 WIB
loading...
A
A
A
Selama satu abad terakhir, kondisi perairan Laut Kaspia sangat berubah-ubah. Pada tahun 1930-an, pembendungan Sungai Volga untuk industrialisasi Uni Soviet, membuat permukaan Laut Kaspia turun 2 meter dalam 5 tahun. Namun, beberapa dekade kemudian , peningkatan curah hujan di sepanjang Volga membuat permukaan Laut Kaspia naik secara tak terduga, mencapai rekor tertinggi pada 1990-an.
![Laut Kaspia Mengering, Akibat Perubahan Iklim Ekstrem dan Siklus Alam yang Normal]()
Bagi penduduk di sekitar garis pantai Dagestan, beradaptasi dengan pasang surut permukaan Laut Kaspia pada abad ke-20 menjadi bagian ritme kehidupan. “30 tahun lalu, ombak benar-benar mulai menghanyutkan bangunan,” kata Zaur Mullaev, seorang pensiunan berusia 65 tahun di pantai Derbent.
Namun, pada tahun 1996 kondisi berbalik, penurunan permukaan Laut Kaspia terus terjadi dan berkelanjutan secara cepat hingga hari ini. Di Derbent, ombak tinggi yang mengancam menelan daratan, mundur sejauh 100 meter dari garis pantai.
Seorang profesor geografi dari Dagestan State University Eldar Eldarov mengatakan fenomena ini akibat perubahan iklim. Sebab, dia menilai pasokan air untuk Laut Kaspia dari Sungai Volga volumenya tetap sama. (Baca juga; Danau Kelimutu Mengering, Begini Penjelasan Balai Taman Nasional )
“Suhu permukaan (Laut Kaspia) yang lebih tinggi berarti lebih banyak air yang menguap dari laut. Ini akibat suhu tinggi Asia bagian dalam yang terkurung wilayah daratan,” katanya dikutip SINDOnews dari laman moscowtime yang dimuat pada 7 September 2021.

Bagi penduduk di sekitar garis pantai Dagestan, beradaptasi dengan pasang surut permukaan Laut Kaspia pada abad ke-20 menjadi bagian ritme kehidupan. “30 tahun lalu, ombak benar-benar mulai menghanyutkan bangunan,” kata Zaur Mullaev, seorang pensiunan berusia 65 tahun di pantai Derbent.
Namun, pada tahun 1996 kondisi berbalik, penurunan permukaan Laut Kaspia terus terjadi dan berkelanjutan secara cepat hingga hari ini. Di Derbent, ombak tinggi yang mengancam menelan daratan, mundur sejauh 100 meter dari garis pantai.
Seorang profesor geografi dari Dagestan State University Eldar Eldarov mengatakan fenomena ini akibat perubahan iklim. Sebab, dia menilai pasokan air untuk Laut Kaspia dari Sungai Volga volumenya tetap sama. (Baca juga; Danau Kelimutu Mengering, Begini Penjelasan Balai Taman Nasional )
“Suhu permukaan (Laut Kaspia) yang lebih tinggi berarti lebih banyak air yang menguap dari laut. Ini akibat suhu tinggi Asia bagian dalam yang terkurung wilayah daratan,” katanya dikutip SINDOnews dari laman moscowtime yang dimuat pada 7 September 2021.
Lihat Juga :