Laut Kaspia Mengering, Akibat Perubahan Iklim Ekstrem dan Siklus Alam yang Normal

Rabu, 29 Desember 2021 - 12:58 WIB
loading...
A A A
Menurut sebuah studi ilmuwan dari Jerman pada tahun 2020, permukaan Laut Kaspia turun sekitar 7 centimeter setiap tahun sejak 1996. Ini terjadi seiring meningkatnya suhu di cekungan Laut Kaspia. Saat ini seperempat luas permukaan Laut Kaspia mengering dan meninggalkan 93.000 kilometer persegi daratan baru, seluas negara Portugal.

“Biasanya, ketika danau atau laut pedalaman menurun, itu akibat kombinasi dari aktivitas manusia seperti pertanian dan faktor iklim yang mendasarinya. Namun, dalam kasus Laut Kaspia, hampir seluruhnya tentang iklim. Penurunan laut sangat didorong oleh kenaikan suhu,” kata Matthias Prange, ahli iklim Universitas Bremen di Jerman.
Laut Kaspia Mengering, Akibat Perubahan Iklim Ekstrem dan Siklus Alam yang Normal


Bagi banyak penduduk sekitar Laut Kaspia, fluktuasi permukaan laut satu abad terakhir bukanlah hal yang luar biasa. Mereka menilai penurunan permukaan Laut Kaspia merupakan siklus ekspansi dan kontraksi yang teratur. (Baca juga; Waduk Al-Duwaysat di Idlib Suriah Mengering, Pertama Kali Sejak Dibangun Tahun 1994 )

“Siklus ini adalah ciri khas (Laut) Kaspia. (permukaan laut) Itu naik selama 25 tahun, lalu turun selama 25 tahun. Ada siklus lima puluh tahun,” kata pemilik resor di Dagestan, Amirkhanov, yang yakin air laut akan mulai naik lagi di tahun-tahun mendatang.

Bahkan ada keengganan komunitas ilmiah lokal, untuk menerima ramalan paling suram tentang Laut Kaspia yang menjadi sumber kehidupan Dagestan. “Kaspia adalah sistem yang kompleks. Masih ada kemungkinan laut akan kembali suatu hari nanti,” kata ahli geografi Eldar Eldarov.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Gurita Biru Kehijauan...
Gurita Biru Kehijauan Langka Ditemukan di Dasar Laut Galapagos
Suhu Air Laut Meningkat,...
Suhu Air Laut Meningkat, Ahli Prediksi El Nino Super Bakal Terjadi
Permukaan Laut di Seluruh...
Permukaan Laut di Seluruh Dunia Meningkat Namun di Greenland Menurun
Dataran Tinggi Ontong...
Dataran Tinggi Ontong Java Mengalami Perubahan Besar Akibat Aktivitas Vulkanik
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
Rekomendasi
KPK Sudah Tentukan Status...
KPK Sudah Tentukan Status Hukum Bupati Muara Enim Edison
Keanu Angelo Dicecar...
Keanu Angelo Dicecar 28 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penipuan Hanania Travel
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Berita Terkini
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved