6 Tren Keamanan Siber di 2021, Bahaya Phising, Malware dan Ransomeware
Selasa, 28 Desember 2021 - 07:11 WIB
loading...
A
A
A
3. Messenger Jadi Sasaran
Pelaku phishing mengembangkan trik baru dan beralih ke messenger untuk pekerjaan, mulai Slack hingga Teams. Penargetan OAuth dan alat autentikasi multifaktor (MFA) saat ini menjadi trik baru yang memungkinkan penjahat mengambil alih akun.
4. Ransomeware Paling Berbahaya
Ransomeware paling berbahaya bagi UMKM maupun perusahaan besar. Apalagi sektor publik, perawatan kesehatan, manufaktur, dan organisasi penting lainnya. Ransomware jadi salah satu serangan cyber yang paling menguntungkan bagi rampok digital. Acronis memperkirakan kerusakan akibat ransomware akan melebihi USD20 miliar sebelum akhir 2021.
5. Hati-Hati dengan Kripto
Mata uang kripto adalah salah satu sasaran favorit penyerang. Infostealer dan malware yang menukar alamat dompet digital menjadi tren. ”Kami memprediksi adanya serangan di aplikasi-aplikasi mata uang kripto,” ujar Candid Wuest.
6. Serangan di Aplikasi Web 3.0
Acronis menyebut serangan terhadap aplikasi Web 3.0 lebih sering terjadi dan serangan baru yang semakin canggih seperti serangan pinjaman kilat akan memungkinkan penyerang menguras jutaan dolar dari kumpulan mata uang kripto.
Pelaku phishing mengembangkan trik baru dan beralih ke messenger untuk pekerjaan, mulai Slack hingga Teams. Penargetan OAuth dan alat autentikasi multifaktor (MFA) saat ini menjadi trik baru yang memungkinkan penjahat mengambil alih akun.
4. Ransomeware Paling Berbahaya
Ransomeware paling berbahaya bagi UMKM maupun perusahaan besar. Apalagi sektor publik, perawatan kesehatan, manufaktur, dan organisasi penting lainnya. Ransomware jadi salah satu serangan cyber yang paling menguntungkan bagi rampok digital. Acronis memperkirakan kerusakan akibat ransomware akan melebihi USD20 miliar sebelum akhir 2021.
5. Hati-Hati dengan Kripto
Mata uang kripto adalah salah satu sasaran favorit penyerang. Infostealer dan malware yang menukar alamat dompet digital menjadi tren. ”Kami memprediksi adanya serangan di aplikasi-aplikasi mata uang kripto,” ujar Candid Wuest.
6. Serangan di Aplikasi Web 3.0
Acronis menyebut serangan terhadap aplikasi Web 3.0 lebih sering terjadi dan serangan baru yang semakin canggih seperti serangan pinjaman kilat akan memungkinkan penyerang menguras jutaan dolar dari kumpulan mata uang kripto.
(dan)
Lihat Juga :