Jet Supersonik X-59 Mampu Redam Sonic-Boom, NASA Lakukan Uji Struktur Pesawat

Sabtu, 25 Desember 2021 - 20:34 WIB
loading...
A A A
“Peralatan pendarat (diambil) dari pesawat tempur F-16 Angkatan Udara, kanopi kokpit dari pesawat latih NASA T-38, sistem propulsi dari pesawat mata-mata U-2, dan tongkat kendali dari pesawat tempur siluman F-117. Semua untuk digunakan pada pesawat terbaru NASA (X-59)," demikian keterangan NASA dikutip SINDOnews dari laman the war zone, Sabtu (25/12/2021).

Pesawat ini didukung oleh mesin tunggal General Electric F414 yang dimodifikasi, diambil dari varian mesin yang biasa digunakan pesawat tempur Boeing F/A-18E/F Super Hornet dan jet EA-18G Growler, serta jet tempur Saab Gripen. Jadi hanya sekitar 10% dari desain yang sepenuhnya menggunakan bahan yang baru.

Bagian itu pada penggunaan kulit komposit pada satu bagian besar sayapnya untuk membantu membuktikan teknik manufaktur canggih pada jet supersonik X-59. Skunk Works menjadikan jet supersonik X-59 sebagai proyek pertama yang benar-benar memanfaatkan kemampuan penyadapan suara dengan robot dan sistem yang sangat otomatis.
Jet Supersonik X-59 Mampu Redam Sonic-Boom, NASA Lakukan Uji Struktur Pesawat

Salah satu desain yang tidak biasa dari X-59 menyebabkan visibilitas pilot tidak luas. Namun, desain ini memungkinkan seluruh ujung depan pesawat lebih dioptimalkan untuk penerbangan supersonik dengan kemampuan meredam sonic-boom. (Baca juga; Ini Rahasia Rudal Hipersonik Rusia Tidak Terdeteksi Radar )

Untuk membantu pilot yang menerbangkan X-59 mendapatkan visibilitas yang baik, maka digunakan sistem penglihatan jarak jauh yang disebut eXternal Vision System (XVS). Sistem ini menggunakan berbagai kamera resolusi tinggi yang menghadap ke depan. (Baca juga; NASA Segera Uji Coba Pesawat Supersonic X-59 )

NASA menetapkan batas waktu untuk penerbangan pertama X-59 sekitar tahun depan. Namun, Lockheed Martin belum memberikan jawaban pasti kapan pesawat itu akan mengudara pertama kalinya. Sebab, pengujian penerbangan awal, untuk kelaikan dasar pesawat, diperkirakan memakan waktu sembilan bulan dan berlangsung hingga 2023.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Rekomendasi
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
BEM PTNU: Komitmen Prabowo...
BEM PTNU: Komitmen Prabowo dalam Kasus Jampidsus Cerminkan Semangat Asta Cita
Berita Terkini
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
Infografis
China Uji Rudal Hipersonik,...
China Uji Rudal Hipersonik, Bisa Targetkan Pesawat Pengebom AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved