Ratusan Paus Kanan Bermigrasi, Situasi Atlantik Utara Genting?

Minggu, 19 Desember 2021 - 21:02 WIB
loading...
Ratusan Paus Kanan Bermigrasi,...
Ratusan paus kanan bermigrasi, Akibat suhu Atlantik Utara memanas efek perubahan iklim. FOTO/ IST
A A A
ALASKA - Melelehnya beberapa Gletser berukuran besar di Antartika akibat perubahan iklim benar-benar mengancam semua mahkluk hidup. Jika keadaan terus berlanjut, maka akan menimbulkan kepunahan bagi beberapa spesies hewan pada 10 tahun mendatang.

Salah satunya adalah paus kanan Atlantik Utara, yang kini terancam punah akibat perubahan iklim dan pemanasan global.

BACA JUGA - Gletser Kiamat Terus Mencair, Ahli Glasiologi Sebut Bumi di Ambang Kehancuran

Seperti dilansir dari Global and Escape Forum Minggu (19/12/20210, Paus Kanan Atlantik Utara yang tersisa saat ini hanya sekitar 360 saja, dan sebulan belakangan ini terlihat bermigrasi.

Hal itu disebabkan oleh perairan pada Arus Teluk yang menghangat, hingga merusak rantai makanan dan memaksa paus Atlantik Utara untuk bermigrasi ke wilayah yang lebih berbahaya.

Erin Meyer-Gutbrod, selaku asisten profesor di University of South Carolina mengatakan bahwa perubahan iklim bisa menyebabkan pergeseran distribusi spesies di seluruh dunia.

“Perubahan iklim antropogenik menyebabkan pergeseran distribusi spesies di seluruh dunia,” ujar Erin.

Diharapkan, dengan kisah terancamnya spesies paus ini dapat menjadi pelajaran untuk menerapkan skema manajemen yang lebih fleksibel.

“Kisah paus yang tepat dapat menjadi pelajaran untuk mulai mengharapkan yang tak terduga dan menerapkan skema manajemen yang lebih fleksibel,” lanjutnya.

Bersama timnya, Erin menemukan bahwa perubahan temperatur di Arus Teluk akibat pemanasan global mendorong perairan yang lebih hangat di wilayah utara, barat ke Teluk Maine dan lepas pantai selatan ke Nova Scotia, yang menjadi tempat atau sumber makan paus Atlantik utara.

Paus kanan memakan spesies copepoda Calanus finmarchicus pada tahap perkembangannya. Sedangkan jumlah copepoda di perairan lepas Maine dan Nova Scotia mulai berkurang sejak tahun 2010 lalu, yang bertepatan dengan pergeseran jalur Arus Teluk.

Hal ini membuat paus mulai berpindah tempat dan mulai mencari makan di Teluk St. Lawrence di sebelah utara Nova Scotia, yang tidak memiliki rencana pengelolaan untuk spesies ini pada saat itu. Di samping itu, jumlah anak paus yang baru lahir juga menurun drastis.

Berkurangnya spesies ini menjadi kerugian besar dan menghadirkan ancaman besar bagi paus Atlantik Utara sejak perburuan paus yang tidak terkendali membawa mereka ke ambang kepunahan sebelum mereka dilindungi pada tahun 1935.

Bahkan pada tahun 2017 dan 2019, banyak ditemukan bangkai paus kanan akibat ditabrak kapal, terjerat alat tangkap, hingga terpotong oleh baling-baling kapal.

Untuk mencegah kepunahan paus kanan yang sebagian besar disebabkan oleh manusia, ada hal yang bisa diterapkan mulai saat ini.

Yaitu merubah jalur pelayaran ke area di mana paus jarang terlihat, melakukan perjalanan dengan kecepatan lebih lambat untuk mengurangi resiko tabrakan dengan paus hingga 90 persen, dan menggunakan tali yang lebih lemah atau alat tanpa tali untuk mencegah paus terjerat.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pulau Misterius Ditemukan...
Pulau Misterius Ditemukan di Zona Berbahaya Antartika
Ratusan Gempa Bumi Terdeteksi...
Ratusan Gempa Bumi Terdeteksi di Gletser Kiamat Antartika
Bakal Hancur Total,...
Bakal Hancur Total, Gunung Es di Antartika Berubah Warna Jadi Biru
Robot Apung Mulai Kumpulkan...
Robot Apung Mulai Kumpulkan Data Pertama di Bawah Es Antartika
Hewan Semakin Menderita...
Hewan Semakin Menderita seperti Manusia Akibat Degradasi Lingkungan
Jaring Laba-laba Terbesar...
Jaring Laba-laba Terbesar di Dunia Ditemukan, Bisa Menangkap Seekor Paus
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
Forum GPI4 di Peru,...
Forum GPI4 di Peru, Indonesia Tegaskan Komitmen Lindungi Gambut Dunia
Emisi Global Meningkat,...
Emisi Global Meningkat, Pembiayaan Iklim Justru Seret
Rekomendasi
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Berita Terkini
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
Geger Robot Humanoid...
Geger Robot Humanoid Siap Gantikan Buruh Pabrik, Biaya Kerjanya Cuma Rp35 Ribu per Jam!
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
Infografis
Robert Prevost, Paus...
Robert Prevost, Paus Pertama dari Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved