10 Gunung Berapi Paling Aktif di Dunia, Nomor 4 dan 8 Ada di Indonesia
Minggu, 05 Desember 2021 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
Vesuvius adalah satu-satunya gunung berapi di daratan Eropa yang meletus dalam seratus tahun terakhir. Hari ini, itu dianggap sebagai salah satu gunung berapi paling berbahaya di dunia, karena kedekatannya dengan Napoli dan kecenderungannya terhadap letusan eksplosif yang dahsyat.
4. Gunung Merapi di Indonesia
Gunung Merapi diperkirakan telah menghasilkan lebih banyak aliran lava daripada gunung berapi lainnya di dunia. Pada bulan Oktober 2010, kewaspadaan tinggi diberikan kepada warga sekitar dan meminta agar penduduk mengungsi.
BACA JUGA: Tanda-tanda Alam Ketika Gunung Berapi Akan Meletus
Pada tanggal 25 Oktober 2010 lava mulai meletus dari lereng selatan. Letusan berlanjut sepanjang November, akhirnya menyebabkan kematian sekitar 350 orang dan membuat banyak penduduk di sekitarnya kehilangan tempat tinggal.
Merapi dikenal sebagai gunung berapi paling aktif di seluruh Indonesia, meletus baru-baru ini pada 2018, dan menyebabkan seringnya evakuasi di wilayah tersebut.
5. Gunung Nyiragongo di Kongo
Gunung Nyiragongo memiliki salah satu danau lava terbesar di zaman modern di dalam kawah utamanya. Terletak di Taman Nasional Virunga di Republik Demokratik Kongo, gunung ini bertanggung jawab atas sekitar 40 persen letusan bersejarah di Afrika.
Sejak tahun 1882, gunung berapi ini telah meletus setidaknya 32 kali dan danau lavanya secara konsisten menunjukkan fluktuasi level, yang menunjukkan aktivitas magma bawah tanah.
Pada 10 Januari 1977, gunung ini kembali meletus dan membanjiri desa-desa di lereng atas serta menewaskan sedikitnya 70 orang. Para peneliti mengingatkan bahwa gunung berapi itu dapat meletus lagi pada tahun 2024.
6. Gunung Berapi Taal di Filipina
Terletak 30 mil (48 km) selatan ibu kota Manila, gunung berapi Taal adalah yang paling aktif kedua di Filipina. Namun, gunung berapi ini terkenal karena tingkat kematiannya selama bertahun-tahun, dengan sekitar 6.000 orang telah tewas.
Sekarang, gunung berapi itu cukup tenang sejak 1977, tetapi meletus lagi pada Januari 2020 ini, memuntahkan abu hingga ke Metro Manila, dan sebagian Luzon Tengah. Sebanyak 39 orang tewas dalam letusan tersebut, baik karena menolak mengungsi atau karena masalah kesehatan selama evakuasi.
7. Galeras di Kolombia
Puncak Galeras naik mengesankan 2.65 mil (4.276 meter) di atas permukaan laut dan telah cukup aktif selama jutaan tahun. Diperkirakan bahwa Galeras telah menjadi gunung berapi aktif selama sekitar satu juta tahun, tetapi letusan pertama yang tercatat terjadi pada tahun 1535.
BACA JUGA: Nvidia Akan Kuasai Arm, Amerika dan Inggris Bereaksi
4. Gunung Merapi di Indonesia
Gunung Merapi diperkirakan telah menghasilkan lebih banyak aliran lava daripada gunung berapi lainnya di dunia. Pada bulan Oktober 2010, kewaspadaan tinggi diberikan kepada warga sekitar dan meminta agar penduduk mengungsi.
BACA JUGA: Tanda-tanda Alam Ketika Gunung Berapi Akan Meletus
Pada tanggal 25 Oktober 2010 lava mulai meletus dari lereng selatan. Letusan berlanjut sepanjang November, akhirnya menyebabkan kematian sekitar 350 orang dan membuat banyak penduduk di sekitarnya kehilangan tempat tinggal.
Merapi dikenal sebagai gunung berapi paling aktif di seluruh Indonesia, meletus baru-baru ini pada 2018, dan menyebabkan seringnya evakuasi di wilayah tersebut.
5. Gunung Nyiragongo di Kongo
Gunung Nyiragongo memiliki salah satu danau lava terbesar di zaman modern di dalam kawah utamanya. Terletak di Taman Nasional Virunga di Republik Demokratik Kongo, gunung ini bertanggung jawab atas sekitar 40 persen letusan bersejarah di Afrika.
Sejak tahun 1882, gunung berapi ini telah meletus setidaknya 32 kali dan danau lavanya secara konsisten menunjukkan fluktuasi level, yang menunjukkan aktivitas magma bawah tanah.
Pada 10 Januari 1977, gunung ini kembali meletus dan membanjiri desa-desa di lereng atas serta menewaskan sedikitnya 70 orang. Para peneliti mengingatkan bahwa gunung berapi itu dapat meletus lagi pada tahun 2024.
6. Gunung Berapi Taal di Filipina
Terletak 30 mil (48 km) selatan ibu kota Manila, gunung berapi Taal adalah yang paling aktif kedua di Filipina. Namun, gunung berapi ini terkenal karena tingkat kematiannya selama bertahun-tahun, dengan sekitar 6.000 orang telah tewas.
Sekarang, gunung berapi itu cukup tenang sejak 1977, tetapi meletus lagi pada Januari 2020 ini, memuntahkan abu hingga ke Metro Manila, dan sebagian Luzon Tengah. Sebanyak 39 orang tewas dalam letusan tersebut, baik karena menolak mengungsi atau karena masalah kesehatan selama evakuasi.
7. Galeras di Kolombia
Puncak Galeras naik mengesankan 2.65 mil (4.276 meter) di atas permukaan laut dan telah cukup aktif selama jutaan tahun. Diperkirakan bahwa Galeras telah menjadi gunung berapi aktif selama sekitar satu juta tahun, tetapi letusan pertama yang tercatat terjadi pada tahun 1535.
BACA JUGA: Nvidia Akan Kuasai Arm, Amerika dan Inggris Bereaksi
Lihat Juga :