10 Gunung Berapi Paling Aktif di Dunia, Nomor 4 dan 8 Ada di Indonesia
Minggu, 05 Desember 2021 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
Letusan lebih dari 500.000 tahun yang lalu sebenarnya mengeluarkan 15 kilometer kubik material ke lanskap sekitarnya dan membentuk kaldera. Gunung berapi terletak di dekat kota Pasto dan menimbulkan ancaman.
Pada tahun 1978, para ilmuwan mengira gunung berapi ini sudah tidak aktif, tetapi 10 tahun kemudian gunung itu meletus. Setelah itu, pada tahun 1993, meletus selama konferensi Decade Volcano di Pasto, menewaskan 6 ilmuwan yang telah melakukan ekspedisi dadakan ke kawah, bersama dengan tiga turis.
8. Gunung Semeru di Indonesia
Gunung yang memiliki ketinggian sekitar 3.676 meter di atas permukaan laut ini terbilang sebagai gunung berapi yang sering erupsi. Gunung tipe strato ini tercatat mengalami letusan pertama pada 8 November 1818.
Gunung Semeru kembali meletus pada tahun 1884 dan terus mengalami letusan dari tahun ke tahun hingga sekarang. Namun dampak letusan yang sampai menelan korban jiwa 7 orang terjadi pada tahun 1994.
Terakhir, Gunung Semeru memuntahkan debu vulkaniknya pada 4 Desember 2021 kemarin yang membuat warga sekitarnya harus mengungsi dan mengubur beberepa desa di Lumajang dan Malang, Jawa Timur. Dalam peristiwa ini, 13 orang meninggal dunia dan 41 orang lainnya luka-luka.
9. Sakurajima di Jepang
Sakurajima dulunya adalah gunung berapi pulaunya sendiri sebelum aliran lavanya tumbuh cukup besar untuk menghubungkan massa ke Semenanjung Osumi di Jepang.
Gunung berapi ini telah meletus hampir secara konstan sejak 1955, dan ribuan ledakan kecil terjadi setiap tahun, menciptakan kondisi berbahaya bagi kota terdekat Kagoshima.
BACA JUGA: 125.000 Unit Ford Escape dan Bronco Sports Dkrecall karena Masalah Rem
Pada tanggal 18 Agustus 2013, gunung berapi meletus dari kawah Showa dan menghasilkan gumpalan abu setinggi 3 mil (5.000 meter). Itu adalah letusan ke-500 tahun ini.
10. Santa Maria di Guatemala
Gunung berapi Santa Maria terletak di dataran tinggi barat Guatemala, dekat kota Quetzaltenango. Kawahnya terbentuk selama ledakan pada tahun 1902, yang menempati peringkat sebagai salah satu dari tiga letusan terbesar di abad ke-20, dan salah satu dari 5 letusan terbesar dalam beberapa ratus tahun terakhir.
Gunung berapi ini berada di sepanjang garis patahan lempeng Cocos dan lempeng Karibia; pergerakan yang biasanya menjadi penyebab letusan gunung berapi tersebut. Letusan terakhir terjadi pada Maret 2011 dan aliran lava tetap cukup konstan sejak saat itu.
Pada tahun 1978, para ilmuwan mengira gunung berapi ini sudah tidak aktif, tetapi 10 tahun kemudian gunung itu meletus. Setelah itu, pada tahun 1993, meletus selama konferensi Decade Volcano di Pasto, menewaskan 6 ilmuwan yang telah melakukan ekspedisi dadakan ke kawah, bersama dengan tiga turis.
8. Gunung Semeru di Indonesia
Gunung yang memiliki ketinggian sekitar 3.676 meter di atas permukaan laut ini terbilang sebagai gunung berapi yang sering erupsi. Gunung tipe strato ini tercatat mengalami letusan pertama pada 8 November 1818.
Gunung Semeru kembali meletus pada tahun 1884 dan terus mengalami letusan dari tahun ke tahun hingga sekarang. Namun dampak letusan yang sampai menelan korban jiwa 7 orang terjadi pada tahun 1994.
Terakhir, Gunung Semeru memuntahkan debu vulkaniknya pada 4 Desember 2021 kemarin yang membuat warga sekitarnya harus mengungsi dan mengubur beberepa desa di Lumajang dan Malang, Jawa Timur. Dalam peristiwa ini, 13 orang meninggal dunia dan 41 orang lainnya luka-luka.
9. Sakurajima di Jepang
Sakurajima dulunya adalah gunung berapi pulaunya sendiri sebelum aliran lavanya tumbuh cukup besar untuk menghubungkan massa ke Semenanjung Osumi di Jepang.
Gunung berapi ini telah meletus hampir secara konstan sejak 1955, dan ribuan ledakan kecil terjadi setiap tahun, menciptakan kondisi berbahaya bagi kota terdekat Kagoshima.
BACA JUGA: 125.000 Unit Ford Escape dan Bronco Sports Dkrecall karena Masalah Rem
Pada tanggal 18 Agustus 2013, gunung berapi meletus dari kawah Showa dan menghasilkan gumpalan abu setinggi 3 mil (5.000 meter). Itu adalah letusan ke-500 tahun ini.
10. Santa Maria di Guatemala
Gunung berapi Santa Maria terletak di dataran tinggi barat Guatemala, dekat kota Quetzaltenango. Kawahnya terbentuk selama ledakan pada tahun 1902, yang menempati peringkat sebagai salah satu dari tiga letusan terbesar di abad ke-20, dan salah satu dari 5 letusan terbesar dalam beberapa ratus tahun terakhir.
Gunung berapi ini berada di sepanjang garis patahan lempeng Cocos dan lempeng Karibia; pergerakan yang biasanya menjadi penyebab letusan gunung berapi tersebut. Letusan terakhir terjadi pada Maret 2011 dan aliran lava tetap cukup konstan sejak saat itu.
(ysw)
Lihat Juga :