Huawei Sediakan Teknologi Hijau untuk Bantu Indonesia Capai Karbon Netral
Jum'at, 03 Desember 2021 - 18:43 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Fabby, sistem panel surya dapat dipasang di seluruh wilayah Indonesia selama lokasi terkena sinar matahari dan tidak terhalang bayangan benda apapun.
Karena itu, energi matahari dapat menjadi sumber energi utama di masa depan karena potensinya sangat besar dan merupakan sumber energi tak terbatas serta ramah lingkungan,.
Dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), kontribusi solar PV ditargetkan mencapai 6,4 GW pada 2025, terdiri atas sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar, solar home system (SHS), dan solar PV rooftop.
Fabby bahkan menyebut bahwa seluruh energi yang dibutuhkan masyarakat Indonesia bisa dipenuhi dengan energi surya. ”Dan bahkan hanya butuh 4 persen dari semua lahan di Indonesia,” ungkapnya.
BACA JUGA: 5 Alasan Mengapa Kabin All New BR-V Lebih Kedap dan Minim Getaran
Menurutnya, dengan energi surya, listrik yang dihasilkan siang hari akan terus ada dan disimpan dengan teknologi baterai dengan system management yang canggih. ”Disinilah peran teknologi digital,” bebernya.
Bahkan, ia menyebut bahwa setiap instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang mampu menghasilkan 1 GigaWatt bisa membuka 20.000-30.000 lapangan kerja baru. ”Dampak ekonomi terhadap GDP Indonesia juga sangat masif. 2.000 unit PLTS atap yang menghasilkan 9 MegaWatt bisa menciptakan nilai ekonomi USD17,9 juta.
Karena itu, energi matahari dapat menjadi sumber energi utama di masa depan karena potensinya sangat besar dan merupakan sumber energi tak terbatas serta ramah lingkungan,.
Dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), kontribusi solar PV ditargetkan mencapai 6,4 GW pada 2025, terdiri atas sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar, solar home system (SHS), dan solar PV rooftop.
Fabby bahkan menyebut bahwa seluruh energi yang dibutuhkan masyarakat Indonesia bisa dipenuhi dengan energi surya. ”Dan bahkan hanya butuh 4 persen dari semua lahan di Indonesia,” ungkapnya.
BACA JUGA: 5 Alasan Mengapa Kabin All New BR-V Lebih Kedap dan Minim Getaran
Menurutnya, dengan energi surya, listrik yang dihasilkan siang hari akan terus ada dan disimpan dengan teknologi baterai dengan system management yang canggih. ”Disinilah peran teknologi digital,” bebernya.
Bahkan, ia menyebut bahwa setiap instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang mampu menghasilkan 1 GigaWatt bisa membuka 20.000-30.000 lapangan kerja baru. ”Dampak ekonomi terhadap GDP Indonesia juga sangat masif. 2.000 unit PLTS atap yang menghasilkan 9 MegaWatt bisa menciptakan nilai ekonomi USD17,9 juta.
(dan)
Lihat Juga :