Penemuan Situs Green Arabia, Arkeolog Temukan Sisa Danau Purba dan Tulang Kuda Nil
Rabu, 17 November 2021 - 14:52 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, semua peralatan batu yang ditemukan di sekitar danau yang telah lama kering, terkubur dalam jenis sedimen khas yang ditemukan di air tawar. Diperkirakan wilayah ini merupakan tempat penyebaran manusia purba ke Asia serta memiliki lingkungan yang indah dan subur hijau.
![Penemuan Situs Green Arabia, Arkeolog Temukan Sisa Danau Purba dan Tulang Kuda Nil]()
Julien Louys, dari Griffith University, mengambil bagian dalam penggalian dan menganalisis catatan fauna di situs tersebut. Danau-danau purba terbentuk ketika periode curah hujan tinggi sehingga wilayah tersebut merupakan padang rumput yang hijau dan banyak mamalia besar seperti gajah dan kuda nil.
“Menemukan fosil mamalia besar di tengah gurun yang sangat gersang ini adalah pengalaman yang unik. Hal yang paling luar biasa dari fosil tersebut adalah adanya beberapa fragmen tulang kuda nil,” kata Louys dikutip dari laman cosmosmagazine.
Dia menjelaskan, bukti arkeologis yang ditemukan di Nefud menunjukkan bahwa 400.000 tahun lalu Semenanjung Arab secara signifikan kondisinya lebih basah daripada sekarang. (Baca juga; Mengapa Salju Turun di Arab Saudi: Benarkah Ini Fenomena Langka? )
Huw Groucutt dari Max Planck Institute menambahkan, temuan baru itu, termasuk bukti tertua untuk hominin (keluarga manusia purba) di Arab Saudi pada 400.000 tahun yang lalu, merupakan "terobosan dalam arkeologi Arab".

Julien Louys, dari Griffith University, mengambil bagian dalam penggalian dan menganalisis catatan fauna di situs tersebut. Danau-danau purba terbentuk ketika periode curah hujan tinggi sehingga wilayah tersebut merupakan padang rumput yang hijau dan banyak mamalia besar seperti gajah dan kuda nil.
“Menemukan fosil mamalia besar di tengah gurun yang sangat gersang ini adalah pengalaman yang unik. Hal yang paling luar biasa dari fosil tersebut adalah adanya beberapa fragmen tulang kuda nil,” kata Louys dikutip dari laman cosmosmagazine.
Dia menjelaskan, bukti arkeologis yang ditemukan di Nefud menunjukkan bahwa 400.000 tahun lalu Semenanjung Arab secara signifikan kondisinya lebih basah daripada sekarang. (Baca juga; Mengapa Salju Turun di Arab Saudi: Benarkah Ini Fenomena Langka? )
Huw Groucutt dari Max Planck Institute menambahkan, temuan baru itu, termasuk bukti tertua untuk hominin (keluarga manusia purba) di Arab Saudi pada 400.000 tahun yang lalu, merupakan "terobosan dalam arkeologi Arab".
(wib)
Lihat Juga :