Mengenal Sampah Luar Angkasa dan Ancaman Bahaya yang Ditimbulkan
Minggu, 14 November 2021 - 14:07 WIB
loading...
A
A
A
Untungnya, kita belum sampai pada tahap itu. Namun, tabrakan seperti itu karena sampah luar angkasa pernah terjadi, meskipun masih jarang. Pada Maret 2021, Skuadron Kontrol Luar Angkasa ke-18 (18SPCS), sebuah unit kontrol ruang angkasa di bawah Angkatan Luar Angkasa AS mengkonfirmasi bahwa puing-puing kecil bernama Object 48078 menghantam satelit Yunhai 1-02 China.
Menurut Astrophysicist Jonathan McDowell, Object 48078 adalah sisa dari Zenet-2, roket Rusia yang diluncurkan pada tahun 1996. McDowell menambahkan bahwa "satelit Yunhai 1-02 pecah" setelah tabrakan.
Sebab, puing-puing ini dapat bergerak dengan kecepatan 24.000 km/jam (15.000 mph) di orbit Bumi. Jadi ancaman sampah luar angkasa yang bergerak cepat, dapat menabrak dan menghancurkan satelit fungsional atau roket yang lewat kapan saja.
Padahal di orbit Bumi banyak terdapat satelit yang punya beragam fungsi, seperti memfasilitasi komunikasi, navigasi, bantuan militer, pengamatan bumi, ramalan cuaca, pencarian mineral, dan banyak lainnya.
Sebelum jatuhnya Yunhai 1-02, tabrakan terakhir dilaporkan terjadi pada tahun 2009. Setiap tahun banyak satelit yang bermanuver berkali-kali untuk menghindari tabrakan dengan sampah antariksa. Bahkan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) telah melakukan lebih dari 20 manuver penghindaran sampah luar angkasa sejak diluncurkan pada tahun 1998.
Menurut Astrophysicist Jonathan McDowell, Object 48078 adalah sisa dari Zenet-2, roket Rusia yang diluncurkan pada tahun 1996. McDowell menambahkan bahwa "satelit Yunhai 1-02 pecah" setelah tabrakan.
Sebab, puing-puing ini dapat bergerak dengan kecepatan 24.000 km/jam (15.000 mph) di orbit Bumi. Jadi ancaman sampah luar angkasa yang bergerak cepat, dapat menabrak dan menghancurkan satelit fungsional atau roket yang lewat kapan saja.
Padahal di orbit Bumi banyak terdapat satelit yang punya beragam fungsi, seperti memfasilitasi komunikasi, navigasi, bantuan militer, pengamatan bumi, ramalan cuaca, pencarian mineral, dan banyak lainnya.
Sebelum jatuhnya Yunhai 1-02, tabrakan terakhir dilaporkan terjadi pada tahun 2009. Setiap tahun banyak satelit yang bermanuver berkali-kali untuk menghindari tabrakan dengan sampah antariksa. Bahkan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) telah melakukan lebih dari 20 manuver penghindaran sampah luar angkasa sejak diluncurkan pada tahun 1998.
(wib)
Lihat Juga :