Dari Sisi Gelap Pluto, Terungkap Petunjuk Adanya Atmosfer dan Siklus Es
Kamis, 04 November 2021 - 17:26 WIB
loading...
A
A
A
Ilmuwan planet Carly Howett dari Southwest Research Institute yang berada di tim New Horizons menjelaskan, semakin banyak es nitrogen yang menguap, semakin tebal atmosfernya. Jika terlalu banyak nitrogen membeku ke tanah, atmosfer bisa runtuh sama sekali.
Ketika New Horizons ada di sana, kutub selatan Pluto tampak lebih gelap daripada kutub utara. Itu menunjukkan tidak banyak embun beku nitrogen segar yang membeku dari atmosfer di sana, meskipun saat itu mendekati musim dingin.
“Musim panas sebelumnya berakhir beberapa dekade yang lalu, tetapi Pluto mendingin cukup lambat,” kata Spencer. “Mungkin masih sangat hangat sehingga es tidak bisa mengembun di sana, dan itu membuat atmosfer tidak runtuh.”
Howett menambagkan, ada titik terang di tengah gambar yang diperkirakan merupakan endapan es segar. Hal itu tidak mengejutkan karena es mungkin masih bergerak dari kutub utara ke kutub selatan saat Pluto bergerak lebih dalam ke musim dinginnya.
“Kami sudah memikirkan ini sejak lama. Masuk akal,” kata Howett. “Senang melihatnya terjadi.”
Ketika New Horizons ada di sana, kutub selatan Pluto tampak lebih gelap daripada kutub utara. Itu menunjukkan tidak banyak embun beku nitrogen segar yang membeku dari atmosfer di sana, meskipun saat itu mendekati musim dingin.
“Musim panas sebelumnya berakhir beberapa dekade yang lalu, tetapi Pluto mendingin cukup lambat,” kata Spencer. “Mungkin masih sangat hangat sehingga es tidak bisa mengembun di sana, dan itu membuat atmosfer tidak runtuh.”
Howett menambagkan, ada titik terang di tengah gambar yang diperkirakan merupakan endapan es segar. Hal itu tidak mengejutkan karena es mungkin masih bergerak dari kutub utara ke kutub selatan saat Pluto bergerak lebih dalam ke musim dinginnya.
“Kami sudah memikirkan ini sejak lama. Masuk akal,” kata Howett. “Senang melihatnya terjadi.”
(wib)
Lihat Juga :