Riset Google: Warganet Biasa Gunakan 1 Password untuk 10 Akun
Rabu, 03 November 2021 - 19:22 WIB
loading...
A
A
A
Product Marketing Manager Google Indonesia Amanda Chan mengatakan, dari penelitian sebelumnya diketahui bahwa orang yang pernah menjadi korban pelanggaran data memiliki kemungkinan 10 kali lebih besar untuk menjadi korban peretasan.
”Saat kita mengorbankan keamanan demi kemudahan dengan membagikan sandi ke orang lain, menggunakan sandi sama untuk berbagai layanan, dan membuat sandi yang mudah ditebak, kita membuat informasi pribadi kita sangat tidak aman,” ujarnya.
Berikut Tindakan Pengguna Indonesia yang Tidak Aman:
![Riset Google: Warganet Biasa Gunakan 1 Password untuk 10 Akun]()
1. 50 persen responden lokal mengaku memakai sandi yang mudah ditebak. Yakni, memadukan hal-hal yang paling gampang diretas. Mulai tanggal penting, nama pasangan, nama hewan peliharaan, hingga kode pos.
2. Hampir 1 dari 4 orang mengaku menyimpan sandi dalam aplikasi ‘Catatan’ di ponsel, yang umumnya tidak dienkripsi secara default.
3. 3 dari 5 responden pernah membagikan sandi kepada teman atau keluarga, khususnya untuk akun platform streaming, layanan pesan-antar makanan, dan situs e-commerce.
4. 3 dari 4 orang mengaku pernah melakukan pembelian di halaman yang tidak ditandai dengan simbol aman.
”Saat kita mengorbankan keamanan demi kemudahan dengan membagikan sandi ke orang lain, menggunakan sandi sama untuk berbagai layanan, dan membuat sandi yang mudah ditebak, kita membuat informasi pribadi kita sangat tidak aman,” ujarnya.
Berikut Tindakan Pengguna Indonesia yang Tidak Aman:

1. 50 persen responden lokal mengaku memakai sandi yang mudah ditebak. Yakni, memadukan hal-hal yang paling gampang diretas. Mulai tanggal penting, nama pasangan, nama hewan peliharaan, hingga kode pos.
2. Hampir 1 dari 4 orang mengaku menyimpan sandi dalam aplikasi ‘Catatan’ di ponsel, yang umumnya tidak dienkripsi secara default.
3. 3 dari 5 responden pernah membagikan sandi kepada teman atau keluarga, khususnya untuk akun platform streaming, layanan pesan-antar makanan, dan situs e-commerce.
4. 3 dari 4 orang mengaku pernah melakukan pembelian di halaman yang tidak ditandai dengan simbol aman.
Lihat Juga :