Yahoo Pilih Angkat Koper dari China daripada Ikuti Aturan Baru

Rabu, 03 November 2021 - 07:25 WIB
loading...
Yahoo Pilih Angkat Koper...
Yahoo telah menjadi perusahaan teknologi AS terbaru yang mengakhiri kehadirannya di China. Foto/dok
A A A
BEIJING - Yahoo telah menjadi perusahaan teknologi AS terbaru yang mengakhiri kehadirannya di China karena peraturan yang lebih ketat. Sejak 1 November 2021, pengguna Yahoo di China sudah tidak bisa lagi mengaksesnya.

Dikutip dari BBC News, Rabu (3/11/2021), perusahaan mengatakan produk dan layanan Yahoo hanya berhenti di China tetapi tidak terpengaruh di tempat lain di seluruh dunia.

Dalam sebuah pernyataan, dikatakan: "Yahoo tetap berkomitmen pada hak-hak pengguna kami dan internet yang bebas dan terbuka. Kami berterima kasih kepada pengguna kami atas dukungan mereka."

Kebijakan Yahoo ini mengikuti langkah Microsoft yang bulan lalu mengumumkan bahwa mereka menyetop jaringan sosial LinkedIn di China.

BACA: Cara Membuat Email Paling Mudah Gak Pakai Ribet

Saat ini China melakukan tindakan keras besar-besaran terhadap perusahaan teknologi besar, baik yang berasal dari AS maupun dari dalam negerinya sendiri.

Serangkaian undang-undang yang disahkan dalam beberapa tahun terakhir berkontribusi pada apa yang dicirikan oleh Yahoo dan lainnya sebagai pasar yang "menantang".

Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi - atau PIPL - yang mulai berlaku pada 1 November, adalah salah satunya.

Dirancang sebagai undang-undang perlindungan data Tiongkok, undang-undang ini memperkenalkan berbagai peraturan tentang bagaimana data dapat dikumpulkan dan disimpan, dengan ancaman denda yang berpotensi besar hingga 5% dari omset tahunan perusahaan.

Entitas asing yang memproses informasi pengguna, baik melalui cookie dan layanan web harus menunjuk perwakilan di daratan Tiongkok, yang bertanggung jawab atas penegakan hukum.

BACA JUGA: Setelah 25 Tahun, Bunga Bangkai Asal Indonesia Mekar di Kebun Raya Leiden

Dalam beberapa hal, ini tidak berbeda dengan undang-undang yang berfokus pada privasi, seperti GDPR di Eropa. Tetapi lingkungan politik di China sangat berbeda dengan di banyak negara barat, dengan persyaratan sensor yang ketat.

Beberapa perusahaan teknologi Barat telah dikritik karena memiliki tautan ke China, atau karena menyimpan data pengguna di sana.

Tak hanya memukul raksasa teknlogi dari AS dan Eropa, kebijakan ini juga memukul raksasa teknologi dari China sendiri. Awal tahun ini, Alibaba yang dimiliki Jack Ma dikenai denda sebesar USD2,8 miliar karena melanggaraturan tersebut.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Microsoft Klaim Chip...
Microsoft Klaim Chip Kuantum Baru 1.000 Kali Lebih Stabil
AS Kenalkan Mikroskop...
AS Kenalkan Mikroskop dengan Resolusi Detail hingga yang Terkecil
CEO Microsoft Yakin...
CEO Microsoft Yakin AI Akan Mendekati Kecerdasan Manusia dalam 18 Bulan
Ternyata Ini yang Bikin...
Ternyata Ini yang Bikin China Bisa Tinggalkan Jauh Teknologi AS
Microsoft Menjajaki...
Microsoft Menjajaki Integrasi Fitur Mirip OpenClaw ke dalam 365 Copilot
Robot H1 Buatan China...
Robot H1 Buatan China Berlari secepat Usain Bolt
9.000 Pekerja Microsoft...
9.000 Pekerja Microsoft Kena PHK Gara-gara AI
Skyrider X6, Motor Terbang...
Skyrider X6, Motor Terbang Buatan China Siap Ngebut di Langit
Siapa Hossam Nasr dan...
Siapa Hossam Nasr dan Abdo Mohamed? Mantan Staf Microsoft yang Tuding Bill Gates Mendukung Genosida di Gaza
Rekomendasi
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Berita Terkini
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved