7 Alasan Bunga Edelweis Tidak Boleh Dipetik Saat Mendaki Gunung

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 17:03 WIB
loading...
7 Alasan Bunga Edelweis...
Bunga Edelweis tidak boleh dipetik begitu saja karena ini salah satu tanaman langka yang dilindungi. Foto/dok
A A A
JAKARTA - Bunga Edelweis tidak boleh dipetik begitu saja karena ini salah satu tanaman langka yang dilindungi oleh undang-undang. Sayangnya kendati sudah diberi payung hukum, ada saja tangan-tangan usil yang menjadikan bunga abadi ini sebagai cinderamata.

Bagi Anda yang punya hobi naik gunung tentunya tak asing lagi dengan bunga abadi denan nama latin Anaphalis Javanica ini. Karena beberapa gunung di Indonesia menjadi habitat bagi bunga edelweis.

Saat ini bunga edelweis keberadaannya mulai terancam sehingga pemerintah turun tangan untuk melindunginya dengan mengeluarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 pasal 33 ayat (1) dan (2) tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya masih mengatur larangan memetik edelweis.

BACA: Awal Tahun 2021, Bunga Bangkai Kembali Mekar di Lereng Bukit Sulap

Berikut 5 alasan bunga edelweis tidak boleh dipetik yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Ditemukan 200 Tahun Lalu

Bunga edelweis diketahui tumbuh di Indonesia pertama kali oleh naturalis Jerman bernama Georg Carl Reinwardt pada 1819. Georg menemukan bunga tersebut ketika berada di lereng Gunung Gede, Jawa Barat.

Hingga saat ini, bunga edelweis tumbuh subur di Gunung Gede, tepatnya di alun-alun Suryakencana. Para pendaki kini menyadari pentingnya menjaga bunga abadi tersebut dengan tidak memetiknya untuk cinderamata.

2. Dijuluki Bunga Abadi

Bunga edelweis disebut bunga abadi karena memiliki waktu mekar yang lama. Bunga edelweis diketahui mampu mekar dalam jangka waktu hingga 10 tahun. Kuatnya bunga edelweis tidak layu dalam satu dekade itu berkat hormon etilen yang ada pada kelopak bunganya yang mencegah kerontokan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daftar Bunga Paling...
Daftar Bunga Paling Langka di Dunia, Nomor 1 Diyakini Kesukaan Nyi Roro Kidul
Mengenal Matsutake,...
Mengenal Matsutake, Jamur Termahal di Dunia
Udumbara, Bunga dari...
Udumbara, Bunga dari Surga yang Mekar 3.000 Tahun Sekali
Spesies Bambu Langka,...
Spesies Bambu Langka, Berbunga Setiap 120 Tahun Sekali
5 Jamur dengan Penampilan...
5 Jamur dengan Penampilan Menyeramkan, Ada yang Seperti Otak hingga Empedu
Pohon Raksasa Tertua...
Pohon Raksasa Tertua di Dunia, Cemara Patagonia dari Chile Ini Berusia 5.000 Tahun
Termasuk Rafflesia,...
Termasuk Rafflesia, Ini 3 Bunga Puspa Nasional yang Patut Dilindungi
Peneliti BRIN Jelaskan...
Peneliti BRIN Jelaskan Temuan Bunga Langka Rafflesia yang Didukung Oxford
Flogacy, Upaya Jaga...
Flogacy, Upaya Jaga Keanekaragaman Hayati di Sukapura Tasikmalaya
Rekomendasi
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
Timnas Indonesia Hancurkan...
Timnas Indonesia Hancurkan Oman 3-0
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved