Penjahat Siber Berkeliaran, Dana Rangkul YesWeHack
Kamis, 21 Oktober 2021 - 08:33 WIB
loading...
A
A
A
“Jutaan orang Indonesia mempercayakan informasi pribadi dan keuangan mereka kepada DANA, dan kami menerima tanggung jawab ini dengan sangat serius. Kami telah mengundang ribuan pakar keamanan dari seluruh dunia untuk menemukan kerentanan di dalam aplikasi e-wallet Dana. Program public bug bounty bersama YesWeHack ini akan dijalankan secara berkelanjutan dan setiap update terbaru akan diperiksa terlebih dahulu. Hal ini demi melindungi data pengguna kami dan mencegah terjadinya insiden keamanan,” kata Andri Purnomo, VP Information Security Dana dalam keterangan persnya Kamis (21/10/2021).
Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Visa bertajuk “Powering the Acceleration of Digital-First Experiences” mendapati bahwa 78% orang Indonesia lebih memilih e-wallet sebagai platform pembayaran mereka karena kecepatan transaksi dan kenyamanannya.
Laporan Bank Indonesia menyebutkan bahwa jumlah transaksi digital di Indonesia telah mencapai US$9,2 miliar selama semester pertama 2021, atau naik 41% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ketika berbagai inovasi digital telah mengubah dunia menjadi tempat untuk hidup dan bekerja secara lebih cepat, lebih baik, dan jauh lebih efisien, dunia usaha juga perlu lebih transparan kepada para pengguna mereka. Fokusnya kini bergeser ke arah ancaman keamanan dan cara terbaik menanganinya.
Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh CPA Australia di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2019, sebanyak 58,7% UKM di Indonesia sudah memperkirakan bahwa mereka akan menjadi target serangan siber (cyber attack) pada 2020.
Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Visa bertajuk “Powering the Acceleration of Digital-First Experiences” mendapati bahwa 78% orang Indonesia lebih memilih e-wallet sebagai platform pembayaran mereka karena kecepatan transaksi dan kenyamanannya.
Laporan Bank Indonesia menyebutkan bahwa jumlah transaksi digital di Indonesia telah mencapai US$9,2 miliar selama semester pertama 2021, atau naik 41% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ketika berbagai inovasi digital telah mengubah dunia menjadi tempat untuk hidup dan bekerja secara lebih cepat, lebih baik, dan jauh lebih efisien, dunia usaha juga perlu lebih transparan kepada para pengguna mereka. Fokusnya kini bergeser ke arah ancaman keamanan dan cara terbaik menanganinya.
Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh CPA Australia di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2019, sebanyak 58,7% UKM di Indonesia sudah memperkirakan bahwa mereka akan menjadi target serangan siber (cyber attack) pada 2020.
Lihat Juga :