Astronom Ungkap Gambar 42 Asteroid Terbesar di Tata Surya

Rabu, 13 Oktober 2021 - 08:28 WIB
loading...
Astronom Ungkap Gambar...
42 asteroid yang berhasil dipotret oleh tim ilmuwan internasional menggunakan Very Large Telescope milik European Southern Observatory. Foto/ESO
A A A
JAKARTA - Tim astronom internasional berhasil memotret 42 objek terbesar yang berada di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter menggunakan Very Large Telescope milik European Southern Observatory.

"Hanya tiga asteroid sabuk utama besar, Ceres, Vesta dan Lutetia, yang telah dicitrakan dengan tingkat detail yang tinggi sejauh ini," kata astronom Pierre Vernazza dari Laboratoire d'Astrophysique de Marseille di Prancis seperti dikutip Science Alert, Rabu (13/10/2021).

Astronom berhasil memotret 42 asteroid ini karena mereka dikunjungi oleh misi luar angkasa Dawn dan Rosetta dari NASA dan Badan Antariksa Eropa.

BACA: Lebih Dekat ke Bumi, Dua Asteroid Mengandung Emas Kembali Ditemukan

Bulan lalu, para peneliti mengungkapkan gambar asteroid aneh berbentuk tulang anjing bernama Kleopatra. Data mengungkapkan bahwa dua bulan Kleopatra mungkin terbentuk dari debu yang dikeluarkan oleh asteroid itu sendiri.

Sedangkan Ceres, objek terbesar yang diselidiki dalam survei dengan diameter 940 kilometer memiliki bentuk cukup bulat. Vesta, yang terbesar kedua dengan diameter 520 kilometer, memiliki bentuk yang lebih tidak rata.

Flora dan Adeona, masing-masing memiliki diameter 146 dan 144 kilometer, juga cukup bulat. Untuk Sylvia memiliki ukuran sekitar 274 kilometer dengan bentuk memanjang dengan kerapatan sekitar 1,3 gram per sentimeter kubik, sekitar kerapatan yang sama dengan batu bara.

BACA JUGA: Badai Matahari Paksa Industri Internet, Listrik, dan Industri Penerbangan Siaga Satu

Asteroid paling padat adalah Psyche dan Kalliope, dengan kepadatan masing-masing 3,9 dan 4,4 gram per sentimeter kubik. Kepadatan ini lenbih tinggi daripada berlian yang menunjukkan kalau komposisi asteroid itu terdiri dari besi dan batu.

Ini menunjukkan bahwa objek di sabuk asteroid kemungkinan berasal dari berbagai wilayah Tata Surya sebelum berakhir di tempat mereka sekarang.

"Pengamatan kami memberikan dukungan kuat untuk migrasi substansial dari benda-benda ini sejak pembentukannya," kata astronom Josef Hanu dari Universitas Charles di Czechia.

Astronom megakui masih banyak asteroid yang belum diketahui. Beberapa objek dengan kepadatan lebih tinggi mungkin tidak memiliki analog yang membuat penentuan komposisinya menjadi lebih rumit.

BACA JUGA: Mobil Listrik Tesla Buatan China Dilarang Dijual di India

Untuk ini, tim astronom internasional berharap pada Extremely Large Telescope (ELT) yang akan mulai beroperasi dalam beberapa tahun.

"Pengamatan ELT terhadap asteroid sabuk utama akan memungkinkan kami untuk mempelajari objek dengan diameter hingga 35 hingga 80 kilometer, tergantung pada lokasinya di sabuk, dan kawah berukuran sekitar 10 hingga 25 kilometer," kata Vernazza.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sebuah Asteroid Menabrak...
Sebuah Asteroid Menabrak Bulan pada 2032, Dampaknya Akan Mencapai Bumi
NASA Merilis Gambar...
NASA Merilis Gambar Baru Komet Antarbintang 3I/ATLAS
Ilmuwan Temukan Kehidupan...
Ilmuwan Temukan Kehidupan dalam Sampel Asteroid Bennu
Diterjang Badai Debu,...
Diterjang Badai Debu, Astronot Deteksi Petir di Mars
Bima Sakti kini Berada...
Bima Sakti kini Berada di dalam Sebuah Kekosongan Kosmik Raksasa
Karena Alasan Ini, Batu...
Karena Alasan Ini, Batu dari Mars di Afrika Diselidiki
Kisah Zhafif, Siswa...
Kisah Zhafif, Siswa Kharisma Bangsa Peraih Emas OSN Astronomi dan Bercita Jadi Peneliti
Gerhana Bulan Total...
Gerhana Bulan Total Hari Ini, Catat Waktunya!
10 Jurusan yang Hanya...
10 Jurusan yang Hanya Ada 1 di Indonesia, Unik dan Prospek Karier Menjanjikan
Rekomendasi
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
Berita Terkini
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Lewat Rural Youth AI...
Lewat Rural Youth AI Facilitator, Telkom Akselerasi Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved